HETANEWS

Gadis Asal Siantar yang Sempat Koma Meninggal Dunia di Malaysia, Ini Diucapkan Keluarga

Rubiah (59) saat mencium anaknya, Wilda Apriliani Napitupulu (28), ketika dirawat di rumah sakit Kajang, Selangor Malaysia, Jumat (10/5/2019).

Siantar, hetanews.com - Wilda Apriliani Napitupulu (28), gadis asal Kota Pematangsiantar,  tepatnya warga jalan Tanah Jawa, Gang Japar, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, yang alami penyakit serius, akhirnya meninggal dunia, di salah satu rumah sakit, di Negeri Jiran Malaysia, Jumat (10/5/2019), lalu.

Kabar meninggalnya Wilda, disampaikan pihak keluarga, Rita Zahara yang kini tengah berada di Malaysia, guna mengurus administrasi kepulangan zenajah Wilda ke tanah air (Indonesia).

"Wilda meninggal, hari Kamis (9/5/2019) sekira pukul 18.00 WIB di rumah sakit. Rencanya mau hari ini dioperasi, tapi kedaan berkata lain," ujar Rita Zahara, lewat telepon dari Malaysia.

Diketahui juga, Wilda menderita keracunan timbal. Akibat penyakit yang deritanya, kondisi Wilda pun kian memburuk hingga meninggal dunia.

Rubiah (59), ibunda Wilda yang saat ini berada di Malaysia, menyampaikan terima kasi atas partisipasi dari rekan dan keluarga yang telah memberikan bantuan kepada anaknya.

"Saya berterima kasi kepada rekan dan keluarga yang telah memberikan bantuan kepada anak saya," ujarnya dari seberang telepon.

Masih Rita Zaraha, dirinya juga menyampaikan terima kasi atas donasi yang mereka terima untuk biaya perobatan Wilda selama dirawat di rumah sakit.

"Hari ini kami mau ke KBRI untuk mengurus administrasi kepulangan ke-Indonesia. Besok pagi kemungkinan, jenazahnya sudah sampai di Medan," ujarnya dari Malaysia.

Diberitakan sebelumnya, Hakim Napitupulu (60) ,ayahanda Wilda menyampaikan, anaknya mengalami penyakit keracunan timbal/plumbism (PB).

"Tadi malam mamaknya sudah sampai di malaysia dan setelah sampai baru diketahui, Wilda dan katanya sakit PB. Sekarang ini mau dioperasi untuk mengambil cairam diotaknya," ujar Hakim yang ditenui di rumahnya, Kamis (9/5/2019) siang.

Dikatakan Hakim, awalnya sebelum koma di rumah sakit Malaysia, anaknya mengalami perut mual dan kepala pusing dan langsung drop kondisinya.

"Anak saya pergi ke Malaysia bersama temannya. Kita memang tidak punya dana, pihak rumah sakit tidak memperbolehkan pulang dalam keadaan koma," ujarnya seraya memberi tahu yang mengabarkan kepada mereka anaknya sakit yakni, teman dan saudara yanga ada di Malaysia.

Sementara, Nita Napitupulu (31), kakak dari Wilda Apriliani Napitupulu yang ditemui, menyampaikan, saat ini adiknya membutuhkan biaya operasi 10 ribu ringgit, atau sekitat 30 juta lebih.

Baca juga: Alami Penyakit Serius dan Dirawat di RS Malaysia, Gadis Asal Siantar Butuh Bantuan

"Tiga hari di rumah sakit yang menanggulangi biayanya saudara dan teman adik kami. Lain lagi biaya untuk operasi seperti, operasi sampai keperut kan 2 ribu ringgit. Ronsen 1 ribu ringgit. Total ada 10 ribu ringgit,"ucapanya.

Dikatakan Nita, sampai saat ini mereka belum ada berhubungan dengan Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

"Nanti disana (Malaysia) ada keluarga yang mengurus ke KBRI. Saat ini tengah mengurus yang dirumah sakit dulu karena rumah sakit tidak mengasi keluar, tunggu Wildanya sadar dulu sudah bisa duduk di kursi roda, baru bisa dibawa pulang. Kemarin pihak rumah sakit di Malaysia menanyakan Wilda ada asuransi. Tidak ada asuransi karena baru aja kerjanya. Ada juga bantuan dari teman-teman kerjanya," ujar Nita.

Di Malaysia, Wilda diketahui kerja, di restoran Thailand.

Penulis: hza. Editor: gun.