HETANEWS

Komisi II Kritik Penyertaan Modal, Eliakim: Bagusan Aku Masuk PDPAUS

Rapat Komisi II DPRD Siantar dan DPPKAD, Kamis (9/5/2019). (foto/gee)

Siantar, hetanews.com - Penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Pembangunan Aneka Usaha (PD PAUS) oleh Pemko Siantar, disinggung saat rapat Anggota Komisi II DPRD Siantar dengan DPPKAD.

Pemko Siantar, diminta menghentikan penyertaan modal untuk PDPAUS, karena dianggap tidak produktif.

Kebijakan Pemko Siantar dalam memberikan penyertaan modal kepada PDPAUS, dikritik oleh Komisi II DPRD Siantar.

Kritikan itu, disampaikan saat rapat pertanggungan jawaban APBD TA 2018, dengan Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD).

Anggota Komisi II, Eliakim Simanjuntak, menuding Pemko Siantar 'main mata' dengan  PDPAUS dengan adanya penyertaan modal tersebut.

"Kita tau kek mana PDPAUS itu, tapi apa dasar Pemko itu masih saja membuat penyertaan modal. Yang saya lihat, yang main matanya pemerintah kota ini sama perusahaan itu," kata Eliakim kepada Kadis DPPKAD, Adiaksa Purba, di ruang Komisi II, Kamis (9/5/2019).

Eliakim menyebut, PDPAUS tidak produktif, bahkan tidak pernah memberikan income bagi pendapatan asli daerah. Meski demikian, sebut Eliakim, Pemko Siantar masih tetap mengeluarkan penyertaan modal tersebut.

"Kalau untuk gaji pegawainya kita bikin untuk penyertaan modal, wah, bagusan aku masuk PDPAUS. Tanpa kerja, tapi digaji. Kenapa pemko bisa mencairkan anggaran itu, padahal programnya kita tengok gak ada," pungkas Eliakim.

Masih kata mantan Ketua DPRD Siantar ini, selain PDPAUS, penyertaan modal kepada Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PDPHJ) juga dinilai tidak tepat. Ia menilai PDPHJ sampai saat ini belum memberikan deviden.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Anggota Komisi II dari Fraksi Demokrat, Asrida Sihotang.

Ia juga mengkritik penyertaan modal bagi dua perusahaan daerah tersebut. Sementara kehadiran perusahan itu untuk membantu perekonomian masyarakata Siantar

"Yang kasihan masyarakat, uda banyak masyarakat yang dijanjikan untuk kios. Mereka berharap bisa mencicil. Tapi apa? Kalau bahasa bataknya gaing-gaing. Jadi diminta kepada Pemko supaya lebih memperhatikan, kasihan masyarakat itu," ucapnya.

Penulis: gee. Editor: gun.