HETANEWS

Alami Penyakit Serius dan Dirawat di RS Malaysia, Gadis Asal Siantar Butuh Bantuan

Wilda Apriliani Napitupulu (28) saat dirawat, di salah satu rumah sakit di Malaysia, (Foto/FB)

Siantar, hetanews.com - Wilda Apriliani Napitupulu (28), gadis asal Jalan Tanah Jawa, Gang Japar, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar, membutuhkan uluran tangan, guna biaya pengobatan dirinya, di Negeri Jiran Malaysia.

Diketahui dari pihak keluarga, Hakim Napitupulu (60), ayahanda Wilda, menyampaikan, anaknya mengalami penyakit keracunan timbal/plumbism (PB).

"Tadi malam mamaknya sudah sampai di Malaysia dan setelah sampai, baru diketahui, Wilda katanya sakit PB. Sekarang ini mau dioperasi untuk mengambil cairan di otaknya," ujar Hakim yang ditemui, di rumahnya di Jalan Tanah Jawa, Gang Japar, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara, Kamis (9/5/2019) siang.

Dikatakan Hakim, awalnya sebelum koma, di rumah sakit (RS) Malaysia, anaknya mengalami perut mual dan kepala pusing dan langsung drop kondisinya.

"Anak saya pergi ke Malaysia bersama temannya. Kita memang tidak punya dana, pihak rumah sakit tidak memperbolehkan pulang dalam keadaan koma," ujarnya, seraya memberi tahu yang mengabarkan anaknya sakit, yakni teman dan saudara yanga ada di Malaysia.

Sementara, Nita Napitupulu (31), kakak dari Wilda Apriliani Napitupulu yang ditemui, menyampaikan, saat ini adiknya membutuhkan biaya operasi sebesar 10 ribu ringgit, atau sekitat Rp30 juta lebih.

"Tiga hari di rumah sakit yang menanggulangi biayanya saudara dan teman adik kami. Lain lagi biaya untuk operasi seperti, operasi sampai keperut kan 2 ribu ringgit. Ronsen 1 ribu ringgit. Total ada 10 ribu ringgit,"ucapnya.

Hakim Napitupulu (60), ayahanda Wilda Apriliani Napitupulu (28) saat ditemui di rumahnya, Kamis (9/5/2019). (foto/hza)

Dikatakan Nita, sampai saat ini, mereka belum ada berhubungan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

"Nanti di sana (Malaysia) ada keluarga yang mengurus ke KBRI. Saat ini tengah mengurus yang di rumah sakit dulu karena rumah sakit tidak mengasi keluar, tunggu Wilda-nya sadar dulu, dan sudah bisa duduk di kursi roda, baru bisa dibawa pulang. Kemarin pihak rumah sakit di Malsysia menanyakan Wilda ada asuransi. Tidak ada asuransi, karena baru aja kerjanya. Ada juga bantuan dari teman-teman kerjanya," ujar Nita.

Di negeri jiran tetangga (Malaysia), Wilda diketahui kerja di restoran Thailand.

"Kata dokter harus dipercepat dan mengatakan orang tuanya harus datang dan melihat kondisi terakhir anaknya. Wilda divonis tidak bisa diselamatkan lagi, 50-50 lah. Kalau diambil cairan sumsum tulang belakang, dua kemungkinan. Kakau tidak lumpuh sama lewat (meninggal). Wilda bergantung sama selang oksigen," ujar Nita kembali.

Diceritakan Nita, sebelum koma di rumah sakit. Anak kedua Hakim yang tidak memiliki pekerjaan tetap ini, diketahui tamatan SMK Parbina jurusan Perhotelan.

"Sebelumnya sudah bolak-balik rumah sakit. Yang kedua kali masi sama, tidak parah. Yang ketiga ada virus di kepala," ujar Nita.

Diketahui, Wilda baru dua bulan menginjakkan kaki di Malaysia, setelah lepas bekerja di Medan.

"Kalau hasil ronsen di RS Permata Bunda, sakit asam lambung. Sempat dua hari kumat sakit asam lambung. Sakit yang terakhir ini, kuman sampai ke otak," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.