HETANEWS

Pemilik dan Penjual Sabu Diancam 4 & 8 Tahun Penjara

Jaksa Nova saat membaca surat tuntutan dua terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Terdakwa M Ramdhony Khoiri Daulay alias Doni (26), warga jalan Nagahuta Simpang Kantor, diancam 4 tahun, denda Rp.800 juta subsider 3 bulan penjara. 

Sedangkan terdakwa Saiman alias Belong (43), warga Kampung Banjar Kota Siantar, diancam 8 tahun, denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.           

Jaksa Nova Miranda SH dalam persidangan, Kamis (9/5/2019) menyebutkan, jika terdakwa Ramdhoni bersalah melanggar pasal 112. Sedangkan Saiman melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35 tentang Narkotika.              

Karena personil Satnarkoba Polres Simalungun, saksi Efraim Purba dan A Tampubolon, lebih dulu menangkap Ramdhoni,  di jalan Asahan Simpang jalan Bas, saat menunggu temannya, Poltak Saragih (DPO), pada Selasa, 9 Nopember 2018, lalu.

Dari terdakwa Doni, polisi menyita sepaket sabu yang dibungkus dengan uang pecahan Rp.5000.

Barang bukti itu, disebut Doni adalah milik Poltak yang dibeli dari seseorang, di Kampung Banjar, dekat Kuburan China.           

Doni tidak tahu namanya, tapi mengenal orang yang menjual kepada Poltak. Lalu polisi membawa Doni keliling lokasi transaksi di jalan Ade Irma Siantar, hingga berhasil menangkap terdakwa Saiman yang sedang duduk-duduk.          

Awalnya, Saiman, warga jalan Serdang Kota Siantar ini, membantah karena tidak ada  ditemukan barang bukti sabu hanya sebuah ponsel dan uang Rp.150 ribu sebagai hasil penjualan sabu. Tapi setelah dipertemukan dengan Doni, Saiman pun tak bisa mengelak lagi.

Atas tuntutan jaksa, kedua terdakwa didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba SH, secara lisan memohon agar hakim meringankan hukumannya. Untuk pembacaan vonis, persidangan dibantu panitera, Afrizal SH, ditunda seminggu.         

"Untuk putusan, sidang ditunda,"kata hakim Roziyanti, sambil mengetuk palu.

  

Penulis: ay. Editor: gun.