HETANEWS

Kurir Sabu Ini Minta Keringanan Usai Diancam 8 Tahun Penjara

Pengacara Antoni Sumihar Purba SH, bersama terdakwa, di ruang sidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Rosihan Nazli alias Aji (37), warga Dusun VI Desa Simpang Dolok, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, dituntut 8 tahun penjara, denda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa Doniel Ferdinan SH, di PN Simalungun, Rabu (8/5/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memeprsalahkan terdakwa sebagai kurir (perantara) dalam jual beli narkotika jenis sabu. Terdakwa melanggar pasal 114 (1) UU RI No.35/2009.           

Terdakwa ditangkap Satnarkoba Polres Simalungun, Rabu, 19 September 2018, pukul 11.00 WIB, lalu, di jalan umum Huta Kucingan menuju jalan umum Nagori Sei Mangke, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun.

Siang itu, terdakwa sedang mengendarai sepeda motor hendak mengantar dua paket sabu kepada Mandor (DPO), di Sei Mangke.

Barang bukti sabu, disita dari saku celana terdakwa seharga Rp 800 ribu, yakni paket Rp 300 ribu dan paket Rp 500 ribu. Selain itu, turut disita satu unit hp merk Evercos dan satu unit sepeda motor dinyatakan dirampas untuk negara.           

Didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba SH, Aji secara lisan minta agar hukumannya diringankan.

"Saya mohon agar saya dihukum seringan-ringannya yang mulia, saya menyesali perbuatan saya," mohon terdakwa.

Untuk pembacaan putusan, majelis hakim, Roziyanti SH didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan hingga sepekan. "Untuk putusan sidang ditunda seminggu,"kata Rozy sambil mengetuk palu.

Penulis: ay. Editor: gun.