HETANEWS

23 Unit Septor ‘Dikandangkan’ Satlantas Polres Tanjungbalai dalam Razia Asmara Subuh

Anggota Sat Lantas memberhentikan becak motor. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Dalam bulan Ramadhan 2019, selain melakukan pengamanan sholat taraweh dan sholat subuh, di sejumlah mesjid, Polres Tanjungbalai juga memfokuskan  penertiban aksi ugal - ugalan atau  balap liar dan aktivitas ‘asmara’ subuh untuk kalangan muda – mudi, di sejumlah titik.

Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai mengatakan, kegiatan razia di kalangan muda- mudi ini yang lebih dikenal dengan nama 'asmara subuh', guna menghindari perbuatan maksiat ataupun asusila yang dapat membatalkan puasa, serta mengantisipasi terjadinya sejumlah tindak kejahatan.

Kasat Lantas, AKP Pandabotan Butar- butar, langsung memimpin razia aksi ugal-ugalan dalam berkendara. Selain itu, razia juga difokuskan pada sepeda motor yang menggunakan knalpot, Rabu (8/5/2019) pagi, pukul 06.00 WIB. 

Anggota Sat Lantas saat melakukan razia, di jalan Sudirman. (foto/ferry)

Razia kali ini, lanjut Kapolres, difokuskan di titik rawan, seperti di jalan Sudirman dan jalan Pahlawan dengan melakukan tindakan langsung atau tilang bagi kenderaan yang tidak memiliki dokumen lengkap dan mengamankan 23 unit sepeda motor (Septor) dengan berbagai kesalahan, diantarnya knalpot blong.

Kapolres mengatakan, bahwa ugal-ugalan atau balapan liar bisa membahayakan dirinya dan orang lain.

“Kita akan mengambil tindakan tegas,  seandainya terbukti ada unsur balapan liar dan mempidana para pelaku balap liar,”tegas Kapolres.

Hal ini sesuai dengan Pasal 115 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

23 unit sepeda motor yang dikandangkan, karena  knalpot blong dan tidak ada dokumen kenderaan. (foto/ferry)

Pengemudi kendaraan bermotor di jalan, dilarang:

a. Mengemudikan Kendaraan melebihi batas kecepatan paling tinggi yang diperbolehkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21; dan/atau

b. Berbalapan dengan Kendaraan Bermotor lain.

Diancam dengan pidana penjara setahun dan denda Rp 3 juta.

Kapolres menghimbau kepada warga agar menjaga kekondusifan dan menjaga ketertiban dalam bulan penuh berkah ini. Dan juga jaga tingkah laku dan perbuatan, hindari berita hoax serta jangan menjadi provokator dan memprovokasi, sehingga dapat memecah belah kerukunan antar umat beragama, harap Kapolres.

Penulis: ferry. Editor: gun.