Siantar, hetanews.com - Fraksi Golkar DPRD Siantar memilih meninggalkan ruangan saat sidang paripurna IV DPRD berlangsung. Fraksi Golkar menilai Wali Kota Hefriansyah, terlalu sering keluar kota saat rapat penting.

Anggota DPRD Siantar dari Fraksi Golkar, Hendra Pardede, menginterupsi persidangan, yang berlangsung di ruang Harungguon Bolon, Rabu (8/5/2019) siang.

Hendra menginterupsi sebelum Wakil Wali Kota, Togar Sitorus, membacakan laporan pertanggungjawaban Wali Kota Siantar tahun 2018.

Setelah menyampaikan interupsi kepada pimpinan sidang, anggota DPRD Siantar dari Fraksi Golkar pun beranjak dari tempat duduk, kemudian keluar dari ruang sidang atau walk out.

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Siantar, Hendra Pardede menyatakan, bahwa walk out merupakan keputusan dari Fraksi Golkar.

Ia menjelaskan, fraksi Golkar Siantar sudah berulang kali menyinggung ketidak hadiran Wali Kota saat pertemuan-pertemuan penting.

"Ini keputusan fraksi partai Golkar. Karena kita sudah sering menyoroti saudara Wali Kota, terlalu sering keluar dari kota Siantar dan tidak mengikuti apa yang terjadi di kota Siantar," kata Hendra, ditemui di luar persidangan.

Disampaikannya, pihaknya  (Fraksi Golkar,red) beberapa kali telah menyampaikan hal itu saat rapat antara DPRD dan Pemko.

"Pemandangan umum kemarin pun, kami sampaikan. Bahwa saudara Wali Kota jangan sering seperti itu, artinya Siantar butuh kepala daerah. Untuk itu, kami rapat di Fraksi Golkar dan kami menunjukkan sikap kami,"tegasnya.

Hendra menyebut, bahwa Fraksi Golkar walk out bukan tidak menghormati persidangan maupun Wali Kota Siantar.

"Kita sudah sampaikan ini beberapa kali, tapi Wali Kota tidak hadir. Bukan kita tidak menghormati paripuna atau Wali Kota. Tetapi kita soroti (kinerja) Wali Kota," tukasnya.

Setelah Fraksi Golkar walk out, sidang paripurna tetap dilanjutkan. Sementara itu, Kabag Humas Protokoler Pemko Siantar, Hamam Sholeh yang dikonfirmasi mengenai kunjungan kerja Wali Kota, Hefriansyah, pada hari ini, tak kunjung memberikan jawaban.