HETANEWS

Ini Anjuran Dinkes Siantar Soal Rabies

Dorly Sirait, Kabid Pencegahan dan Pengendalain Dinas Kesehatan Kota Siantar, Selasa (8/5/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Terkait meninggalnya Masta Ikrar Oktavia br Sirait (29), korban gigitan anjing, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Siantar, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian, Dorly Sirait menyampaikan, untuk masalah hewan adalah tugas pihak Dinas Pertanian dan Peternakan. Kalau Dinkes untuk penanganan manusianya yang terkena gigitan, ujarnya.

"Kalau ada kasus gigitan anjing datang ke Puskesmas dan lukanya dari gigitan akan ditangani. Ini Tidak serta merta divaksin. Kita lihat dulu dan memantau  anjingnya," ujar Dorly Sirait, Selasa (8/5/2019), ketika ditemui di ruang kerjanya.

Anjing yang terjangkit rabies, tidak sampai satu minggu atau gak sampai 14 hari mati . Kalau anjing yang terkena rabies mati, manusia yang terkena gigitan dan terjangkit rabies juga akan mati, tegasnya.

"Kalau daerah gigitan itu dijari segera divaksin. Langka pertama kalau digigit anjing itu. Cuci luka dengan deterjen selama 15 menit  dengan air mengalir. Kita harapkan virus yang bersifat asam itu terbuang dengan detergent yang bersifat basah dan 90 % efektif. Setelah dicuci, dikasi anti septik atau obat,"ujarnya.

Dijelaskan Dorly, penyakit rabies tidak ada obatnya. "Orang yang positif rabies tinggal tunggu aja dan belom ada obatnya," ujarnya.

"Sebetulnya penanganan rabies tidak ada, manusia yang terkena rabies hanya diisolasi. Karena rabies langsung kesaraf," ungkapnya.

Dikatakan Dorly lagi, masa inkubasi rabies  selama 2 minggu sampai 2 tahun. " Pernah ada kasus digigit anjing satu tahun karena tidak diapa - apain meninggal. Perjalanan virus itu dua milimeter per hari. Kalau gigitan dekat ke saraf maka semakin cepat pergerakannya. Itu harus segera kita vaksin," ujarnya.

Diketahui juga, untuk gejala rabies, timbul gatal - gatal dan kesemutan, di sekitar gigitan anjing rabies.

"Dinas Kesehatan mengangajurkan, kalau ada gigitan, anjingnya mati langsung, kita vaksin manusianya hingga tidak sampai ke rabies. Dampak lain terjangkit rabies, yaitu demam dan meronta-ronta. Kalau sudah kenak, tidak ada obatnya. Tapi saat kena gigitan harus melapor dan segera diobat vaksin untuk pencegahan," ucap Dorly Sirait.

Baca juga: Pencari Talent untuk Film Horas Amang Meninggal Digigit Anjing Kesayangan, Ini Curhatan Teman Almarhum

Sementara itu, Sutrisno Dalimunthe, Humas Rumah Sakit Vita Insani, mengungkapkan kondisi Masta Ikrar Oktavia br Sirait, sebelum meninggal dunia pasca digigit anjing peliharaan kesayangannya dan saat masuk rumah sakit dalam kedaan kondisi yang cukup parah.

Sutrisno menjelaskan, Masta tampak takut melihat air dan minum air. Masta masuk ke RS Vita Insani, pada Senin (6 /5/2019), sekitar pukul 01.30 WIB, dini hari.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Sutrisno, Masta telah mengalami empat gigitan, di bagian tangan dan kaki.

"Dilakukan pemeriksaan, pernah digigit anjing di kedua tangan dan kedua kaki. Pemeriksaannya ada bekas luka di bagian itu. Pas masuk ke sini sudah ketakutan melihat air dan minum air. Sudah cukup parah,"ujarnya saat ditemui, di RS Vita Insani, Jalan Merdeka Siantar, Rabu (8/5/2019).

Melihat kondisi Masta yang sudah cukup parah, RS Vita Insani langsung melakukan rujukan ke rumah sakit di Kota Medan. Rujukan itu, karena kekosongan vaksin anti rabies.

"Keterbatasan anti rabies. Hampir langka. Memang kebetulan kosong. Kita gak mungkin tahan lagi. Apalagi, ini sudah digigit satu bulan yang lalu,"ujar Sutrisno, sembari mengungkapkan, saat itu yang menangani dr Ratna.

Penulis: hza. Editor: gun.