HETANEWS

Pria Asal Medan Ini Bunuh Istri dan Dua Anak Tirinya, Kesurupan saat Diperiksa di Polres Lhokseumawe

AG, pelaku pembunuhan terhadap istri dan dua anak tirinya kesurupan di Markas Polisi Resort (Mapolres) Lhokseumawe, Selasa (7/5/2019) sore

Medan, hetanews.com - Seorang suami AG (35) diduga membunuh istrinya Irawati dan dua anak tirinya Za (12) serta Y (1) di rumahnya Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (7/5/2019).

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang kepada sejumlah wartawan menyebutkan belum diketahui pasti motif pembunuhantersebut.

Setelah kejadian AG melarikan diri dari rumah itu. AKP Indra membeberkan kronologi penemuan para korban.

“Awalnya, seorang anak korban Zi melompat dari lantai dua rumah. Dia lalu memberitahu warga lainnya. Pintu rumah pun didobrak dan diketahui ketiga orang itu sudah meninggal dunia,” sebutnya.

Setelah itu, warga langsung melaporkan kasus pembunuhan itu ke polisi. Jasad balita Y ditemukan di tempat penampungan air di kamar mandi.

“Saksi mata kejadian ini, belum kita mintai keterangan. Dia masih sangat syok atas musibah yang dialami keluarganya. Tadi sudah kita lakukan olah tempat kejadian perkara,” sebut AKP Indra.

Selain itu, jasad korban juga telah divisum di Puskesmas Muara Batu, Aceh Utara. “Kita terus cari pelakunya. Kami imbau dia menyerahkan diri,” pungkasnya.

Petugas membawa jenazah Irawati, korban pembunuhan ke Puskemas Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5/2019)
Petugas membawa jenazah Irawati, korban pembunuhan ke Puskemas Muara Batu, Aceh Utara
  • Ditangkap saat Hendak Melarikan Diri

Tim Jatanras Polda Aceh menangkap AG, tersangka pembunuhan istri dan dua anak tirinya secara sadis di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara.

Tersangka ditangkap di kawasan Lambaro, Banda Aceh, Selasa (7/5/2019) tak lama setelah kejadian.

Direskrimum Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito via telepon menyebutkan, AG ditangkap sekitar pukul 08.00 WIB di kawasan Lambaro saat sedang menunggu angkutan untuk melarikan diri.

"Kita terima laporan dari Kasat Reskrim Polres Lhoksumawe tentang adanya kasus pembunuhan itu. Selanjutnya Tim Jatanras berangkat ke Lhoksumawe untuk membantu pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku," kata Agus Sarjito.

Namun sekitar pukul 05.00 WIB, Tim Jatanras memperoleh informasi dari Kasat Reskrim Lhokseumawe bahwa tersangka telah melarikan diri ke Banda Aceh. Tim Jatanras pun langsung bergegas mencari pelaku.

"Pelaku sedang menunggu angkutan di depan Toko Cyber HP untuk melarikan diri. Setelah memastikan kebenaran orang itu sebagai pelaku, kemudian personel melakukan penangkapan, dan selanjutnya pelaku dibawa ke Polda Aceh untuk diamankan," ujarnya lagi.

Polisi mendapati identitas para korban, yaitu I (33) dan dua anaknya, ZM (12) dan Y (1). Mereka tewas dibunuh AG di rumahnya. Belum diketahui pasti motif pembunuhan itu. Saat ini, pelaku sedang dibawa ke Mapolres Lhokseumawe dari Banda Aceh.

Tersangka pembunuh pembunuhan sadis di Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, telah ditangkap oleh polisi.
Tersangka pembunuh pembunuhan sadis di Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, telah ditangkap oleh polisi. (Serambi Aceh)
  • Pelaku Kesurupan di Kantor Polisi

AG, pelaku pembunuhan terhadap istri dan dua anak tirinya kesurupan di Markas Polisi Resor (Mapolres) Lhokseumawe, Selasa (7/5/2019) sore.

Aksi kesurupan itu saat wartawan menanyakan penyebab dia membunuh istri dan dua anaknya. Padahal, sebelumnya, saat bicara di ruang penyidik, AG terlihat normal-normal saja.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers menyebutkan, pelaku masih seperti orang kesurupan ketika diinterogasi terkait motif pembunuhan dan lain sebagainya.

“Dia bilang, tiba-tiba sadar sudah lihat anak dan istrinya meninggal dunia dan berdarah. Ini keterangannya masih begitu, tapi terus kami dalami apa motifnya,” sebut AKP Indra.

Dia menyebutkan, tim Polda Aceh dan Polres Lhokseumawe sejak Selasa, pukul 08.00 WIB sudah berhasil menangkap pelaku saat hendak melarikan diri ke Medan, Sumatera Utara.

Pelaku ditangkap di kawasan dekat Terminal Lambaro, Banda Aceh. “Dari Banda Aceh kami bawa ke mari untuk mendalami penyidikannya. Seluruh keterangannya terus kami dalami, tidak tertutup kemungkinan kami periksa juga kondisi kejiwaannya,” sebut AKP Indra.

  • Pelaku Bekerja Sebagi Tukang

I (33), korban pembunuhan yang dilakukan oleh suaminya AG, sempat mengirimkan sebuah pesan singkat ke keluarganya sebelum peristiwa sadis itu terjadi, Selasa (7/5/2019).

Polisi menemukan isi pesan dari ponsel korban berbunyi “dimana” dan “tolong saya”. Diduga, saat mengirim pesan, korban dalam tekanan sehingga meminta pertolongan.

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers, menyebutkan, AG dan I baru menikah empat bulan lalu.

Sehari-hari, AG bekerja sebagai tukang di Banda Aceh. Terkadang pelaku pulang ke rumah menemui istri dan anak tirinya.

Kedua anak yang dibunuh AG, yaitu ZM (12) dan Y (1), merupakan anak dari suami sebelumnya. Sedangkan bersama AG, I belum memiliki anak.

Kasus itu terbongkar setelah seorang putra I, yakni Z, berhasil melarikan diri dan lompat dari lantai dua toko lokasi kejadian di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Setelah itu, warga mendobrak pintu dan AG melarikan diri.

Polisi berhasil menangkap pelaku saat hendak kabur ke Medan, Sumatera Utara di dekat Terminal Lambaro, Banda Aceh.

“Suami pertama korban meninggal dunia, suami kedua cerai. Ini pelaku suami ketiga,” katanya.

Sejauh ini, menurut AKP Indra, polisi masih mendalami motif kejadian sadis itu. Pelaku belum bisa dimintai keterangan karena selalu histeris dan seperti orang kesurupan.

“Kami tahan di Mapolres Lhokseumawe untuk penyidikan lebih lanjut. Olah tempat kejadian perkara sudah dilakukan, dan pemeriksaan saksi lainnya sudah dilakukan. Untuk anak korban yang selamat belum bisa, karena masih trauma berat," katanya.(*)

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.