HETANEWS

Ngeri Isu People Power Ditunggangi Teroris

Ilustrasi perburuan teroris (Fuad Hasyim/detikcom)

Jakarta, hetanews.com - Polisi mengungkap teroris berencana memanfaatkan momen people power dengan melakukan serangan bom. Rencana serangan di momen pemilu itu disusun teroris untuk menciptakan konflik yang lebih besar.

Dirangkum detikcom, Selasa (7/5/2019), hal ini diungkapkan Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Dedi mengatakan teroris berencana meledakkan bom di kerumunan massa saat ada protes-protes terkait pemilu.

"Dia itu membaca konstelasi dan dinamika yang terjadi di masyarakat. Mereka bergerak terus. Dan mereka ketika memanfaatkan momentum misalnya dalam keterangan yang bersangkutan akan melihat, apabila ada people power yang ada di Jakarta, mereka hajar di dalam," kata Dedi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019).

Setelah terjadi ledakan yang memakan korban dari massa aksi, akan timbul kecurigaan antarkelompok. Kemudian situasi akan memicu terjadinya bentrok massa yang besar.

Dedi mengatakan cara ini dilakukan kelompok teroris di negara yang tengah mengalami konflik besar, seperti di Suriah dan Irak. Sebagaimana diketahui, krisis kemanusiaan terjadi di Irak dan Suriah setelah kelompok teroris ISIS muncul.

Polisi menyebut, SL, yang ditangkap di Bekasi, berbaiat kepada ISIS. SL jadi buron Densus 88 sejak 2014.

"Bisa suicide bomber, bisa melakukan aksi terorisme yang lain mengakibatkan fatalitas banyak korban yang meninggal. Akhirnya terjadi kecurigaan di antara kelompok ini dengan kelompok ini. Jadi saling curiga. Dan jadi bentrok massa yang lebih keras lagi. Itu yang dimaui oleh mereka. Seperti halnya kejadian di Suriah, kemudian di Irak, kemudian di Malawi. Jadi menunggu massa chaos dulu. Menunggu massa betul-betul kumpul, meledakkan, ledakan besar, mereka akan ambil alih," ungkapnya.

Dedi mengungkapkan hal ini setelah Densus 88 Antiteror serta Satgas Antiterorisme dan Radikalisme menangkap delapan orang terduga teroris kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Lampung yang dipimpin SL (34). Penangkapan yang dilakukan pada akhir pekan lalu ini dilanjutkan dengan pemeriksaan secara intensif terhadap para terduga teroris.

Dedi mengatakan kelompok teroris yang dipimpin SL ini turut berperan dalam serangan bom di Thamrin, Jakarta Pusat, pada awal 2016. Selain itu, kelompok ini turut berperan dalam kericuhan di Rutan Mako Brimob yang melibatkan napi teroris yang ada di dalam.

Meski begitu, Polri meminta masyarakat tetap tenang. Polri juga siap menerima info dari masyarakat bila menemukan hal-hal mencurigakan.

Selain itu, Densus 88 bekerja keras mengantisipasi terduga teroris lone wolf. Polri mengantisipasi serangan bom yang dilatarbelakangi keinginan melakukan amaliah di bulan Ramadhan.

Diketahui, Densus 88 menindak delapan anggota kelompok jaringan JAD Lampung diungkap Polri. SL, yang merupakan pemimpin kelompok ini, terlibat dalam Bom Thamrin pada Januari 2016 dan kerusuhan di Rutan Mako Brimob pada 2017 lalu. Selain SL, terduga teroris lain yang ditangkap adalah RH, M, AN (20), MC (28), MI (32), dan IF alias Samuel (19). Satu pelaku lain berinisial T (25) tewas ditembak Densus 88 saat akan ditangkap di Bekasi.

Sumber: detik.com

Editor: gun.