HETANEWS

Mantan Wakil Ketua DPRD Simalungun Jadi Pesakitan

Jaksa menggiring terdakwa keluar sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Mantan wakil ketua DPRD Simalungun, Ir Julius Silalahi (55), jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (7/5/2019). Julius didakwa melakukan penipuan.

Jaksa Augus Vernando Sinaga SH, menjeratnya dengan pasal 378 dan pasal 372 KUH Pidana. Dengan jabatan yang ada padanya menerapkan  sejumlah uang untuk menjadikan seseorang sebagai CPNS.

Saksi korban, Jen Hariono Pasaribu, pada Sabtu, 27 September 2014, lalu, mendatangi terdakwa di rumahnya, di jalan Anggrek Huta IV, Nagori Pematang Simalungun. Karena mendengar jika terdakwa selaku anggota DPRD Simalungun, bisa memasukkan CPNS.

Lalu terdakwa mengatakan untuk S1, biaya CPNS Rp.140 juta. Saksi korban bersedia memberikan uang tersebut, asalkan anaknya. Elin Elfrida Ghibah Pasaribu, bisa menjadi PNS seperti janji terdakwa.

Saksi korban pun menyuruh saksi Indra Kusuma untuk mentransfer uang ke rekening Mandiri atas nama Julius Silalahi, sebanyak Rp.50 juta, pada Rabu, 1 Oktober 2014, lalu dengan dua tahapan, Rp.25 juta pada hari yang sama. Lalu keesokan harinya, saksi korban menyuruh anaknya, Elin Elfrida Pasaribu, mentransfer uang Rp.90 juta ke rekening terdakwa.

Jen Hariono pun memberitahukan kepada terdakwa, jika uang sudah ditransfer ke rekeningnya. Tapi dua hari kemudian, korban membaca salah satunya media cetak yang memberitakan terdakwa ditangkap polisi, karena penipuan.

Hingga pada akhir Oktober, anak saksi korban mengikuti ujian CPNS dan tidak lulus. Ketika korban menagih sejumlah uangnya, terdakwa hanya berjanji saja. Merasa ditipu, korban pun mengadu ke Polres Simalungun.

Persidangan dipimpin majelis hakim, Novarina Manurung SH, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting SH dan Hendrawan SH tidak dapat dilanjutkan, karena terdakwa menunggu pengacaranya untuk didampingi dalam persidangan.

Untuk itu, hakim dibantu panitera, P Saragih SH, menunda persidangan hingga Selasa mendatang. Sebelumnya, mantan anggota dewan ini juga sudah pernah dihukum dalam kasus penipuan.

Penulis: ay. Editor: gun.