HETANEWS

Masyarakat Petani Desa Gelam Ucapkan Terimakasih pada Bupati Sergai

Lahan persawahan masyarakat petani padi, Selasa (7/5/2019). (foto/wh)

Sergai, hetanews.com - Dalam mewujudkan ketersediaan pangan dan pencapaian swasembada pangan yang berkelanjutan, khususnya tanaman pangan (padi) perlu adanya dukungan prasarana dan sarana pertanian yang memadai.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai), melalui Dinas Pertanian, sangat konsen untuk memenuhi ketersediaan sarana dan sarana pertanian, baik melalui APBD maupun yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Salah satu bukti konkrit, yakni pada tahun 2018 yang lalu, telah dibangun Dam Parit untuk menaikkan permukaan air menuju petak-petak sawah yang dilaksanakan secara swakelola  oleh pelaksana swakelola, dalam hal ini kelompok P3A "Tirta Sepkat" Desa Gelam Sei Serimah, Kecamatan Bandar Khalifah.

Sebagaimana ketentuan Perpres dan Permentan tentang pengelolaan dana DAK 2018.

Dengan pola swakelola, di samping pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana kelompok tani dalam usaha tani padi, juga mampu menyerap tenaga kerja dalam hal ini anggota kelompok P3A Tirta Sepakat, sebagai pelaksana swakelola itu sendiri. Kemudian pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Ketua P3A "Tirta Sepakat"Desa Gelam Sei Serimah, Williwono Harianja, Selasa (7/5/2019) mengatakan, melihat kondisi debit air dari dam yang dibuat, sangat memuaskan.

Saluran parit  non permanen, Selasa (7/5/2019). (foto/wh)

“Yang kita perkirakan, saat ini bisa menggenangi petak persawahatan para petani sekitar kurang lebih 100 hektar, namun yang menjadi kendala kita lihat sekarang ini, akibat tanggul /benteng parit di lokasi dam rendah, air tampak melimpah. Ditambah lagi saluran parit yang menuju ke petak persawahan masih saluran tradisi (belum permanen) diperkirakan sekitar kurang lebih 3000 meter. Jadi kami dari Pengurus P3A ataupun Kelompok Tani akan mengajukan proposal  pembangunan saluran lening nantinya agar bisa ditampung di DD, APBD dan APBN, karena dua tahun yang lalu, sampai saat ini, masyarakat petani yang ada di Dusun Barisan Panjang, Desa Gelam Sei Serimah, selalu mengajukannya pada saat musrembang,”paparnya.

Lanjutnya, masyarakat petani sangat berharap, Pemerintah Desa, Pemkab dan Pemerintah Provinsi Sumut, dapat memperhatikan apa yang menjadi kendala yang masyarakat hadapi saat sekarang ini.

Hal senada dikatakan Robinson Gultom (60), salah satu petani yang ada di Dusun Barisan Panjang, Desa Gelam Sei Serimah.

Dia mengucapkan terimakasih kepada Bupati Sergai atas pembangunan dam parit pada Tahun 2018  di wilayah mereka.

“Dengan adanya dam tersebut, kami sudah bisa mengelolah lahan persawahan kami, tanpa menggunakan mesin pompa air pribadi. Jujur, kalau selama ini, setiap kami turun sawah mulai dari mengggarap/jetor, kami akan menggunakan mesin pompa air pribadi untuk mengairi lahan persawahan kami. Tapi sekarang dengan adanya dam tersebut, sudah tidak lagi. Dan jelas, modal kami untuk mengolah sampai nanti bercocok tanam pun drastis jauh menurun, “ungkapnya.

Pantauan Hetanews.com, di lokasi dam yang ada saat ini sangat besar manfaatnya bagi masyarakat petani yang mana, petak persawahaan masing - masing masyarakat petani tampak sudah digenangi air. Namun yang sangat memprihatikan adalah saluran airnya masih dari tanah, belum ada yang permanen.

Penulis: wh. Editor: gun.