HETANEWS

Pencuri Kayu Olahan Milik PT TPL Diadili PN Simalungun

Tiga terdakwa berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Jaksa Juna Karo-Karo SH, mendakwa 3 terdakwa, Adi Purnama (27), warga Nagori Manik Hantaran, sebagai supir dan terdakwa lainnya, Erwin Kristian Hulu (30) dan Hasrat Zebua (28), karyawan PT ROS, penghuni base camp Hapasuk PT TPL.

Ketiganya, didakwa sebagai pencuri kayu olahan milik Toba Pulo Lestari (TPL), di PN Simalungun, Selasa (7/5/2019).

Menurut dakwaan jaksa, pada Selasa, 29 Januari 2109, lalu, terdakwa Adi Purnama, supir truk colt diesel BK 8762 TB, disuruh tokenya, Bernada Damanik, mengantar material semen, pasir, besi dan lainnya ke lokasi pembangunan base camp Hapasuk, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan.         

Adi bermalam di basecamp, bersama tukang bangunan. Lalu Martial Damanik, memintanya mengangkut kayu yang berjarak lebih kurang 250 meter dari lokasi basecamp. Dengan alasan, kayu akan digunakan untuk basecamp.

Setibanya di areal HGU milik TPL, terdakwa Adi, bertemu Hulu dan Zebua (didakwa terpisah) yang sedang melangsir kayu olahan bentuk broti milik PT TPL. Ketiganya pun ditangkap security PT TPL, saksi Timbul Kristian Manalu dan Pahala Panjaitan yang sedang patroli.        

Ketiga terdakwa, digiring ke kantor PT TPL dan selanjutnya diserahkan ke Polsek Tanah Jawa untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Sebanyak 39 kayu olahan diamankan. Dan akibatnya, PT TPL mengalami kerugian Rp.14 juta lebih.       

Perbuatan terdakwa, dijerat jaksa melanggar pasal 363 (1) ke-4 KUH Pidana Jo pasal 56 (1). Para terdakwa membenarkan dakwaan jaksa dan tidak keberatan.       

Untuk pembuktian mendengarkan keterangan saksi-saksi, majelis hakim, Novarina Manurung SH, Aries Ginting SH dan Hendrawan Nainggolan SH, menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: ay. Editor: gun.