HETANEWS

Jaksa Kejari Simalungun Cuma Tuntut 24 Bulan Pembeli & Penjual Sabu

Dua terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com-Jaksa Viktor Purba SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, menjadikan dua terdakwa, Gunawan Damanik alias Gundam (35), warga Huta III Lambaw, Kecamatan Bandar dan Donny Prayogi (23), warga Serebelawan sebagai pengguna sabu, dan dituntut hanya 2 tahun, di PN Simalungun, Selasa (7/5/2019).        

Keduanya dipersalahkan melanggar pasal 127 (1) huruf a UU RI No.35/2009 tentang narkotika. Padahal, faktanya di persidangan saat saksi polisi, Parlin Saragih dan Efraim Purba, diperiksa sebagai saksi, menyebutkan, telah menangkap Donny Prayogi, di Serbelawan, pada Sabtu, 8 Desember 2018, lalu.

Sore itu, terdakwa berboncengan dengan temannya dengan gerakan yang mencurigakan. Saksi bersama polisi lainnya sedang berada didalam mobil sedang patroli.        

Temannya berhasil melarikan diri, sedangkan terdakwa diamankan bersama 2 paket sabu seberat 0,16 gram. Donny mengaku, jika sabu itu baru saja dibeli dari terdakwa Gundam seharga Rp.200 ribu.        

Gundam pun berhasil diamankan dengan barang bukti uang hasil penjualan sabu Rp.180 ribu, karena yang 20 ribu sudah digunakan membeli rokok dan tuak. Saat dipertemukan dengan Donny, Gundam membenarkan telah menjual sabu kepadanya.        

Sebelumnya, Gundam membeli sabu dari Tuah Purba (DPO), di Kecamatan Pematang Bandar, sudah lebih dari 3 kali, jelas Parlin.

Keterangan itu, juga dibenarkan Gundam.Tapi jaksa menyebutnya baru saja menggunakan, di rumah Kiki Damanik dengan barang bukti hanya urine.         

Faktanya juga, Gundam ditangkap karena Donny, si pembeli sabu lebih dulu diciduk polisi, tak ada kaitannya dengan Kiki Damanik.         

"Padahal faktanya, dia pengedar itu,"kata pengacaranya usai persidangan sore itu kepada wartawan.        

Meski sudah dituntut ringan, terdakwa menangis minta diringankan lagi. "Saya menyesal yang mulia,"kata Gundam sambil menangis. Sebelumnya jaksa juga menjerat pasal 114 dan pasal 112, tapi yang dibuktikan pasal 127 (1) UU RI No 35/2009.         

Untuk putusan, majelis hakim, pimpinan Jon Sarman Saragih SH MHum, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.