HETANEWS

Usai Menonton TV, Gadis ini Tiba-tiba Merasa Otaknya Mau 'Meledak'

Chloe Gallagher (24)

AS, hetanews.com - Seorang wanita merasa otaknya mau meledak, Setiap orang tak tahu apa yang akan ia alami dalam beberapa waktu ke depan. Entah itu beberapa detik, menit, jam, hari, bulan hingga tahun. 

Seperti yang dialami oleh wanita ini. Awalnya ia tengah menonton televisi, namun beberapa saat kemudian ia merasakan sesuatu di kepalanya. Ia merasa bahwa otaknya seperti mau meledak.

Kejadian tersebut dialami oleh seorang wanita bernama Chloe Gallagher (24). Chloe mengalami hal tersebut ketika usianya baru menginjak 15 tahun. Hal tersebut ia alami pada bulan Juni tahun 2010 lalu. 

Saat itu, Chloe sedang menonton televisi, namun tiba-tiba pandangannya menjadi buram dan dia merasa kepalanya seperti akan meledak.

“Saya pulang dari sekolah hari itu, mengerjakan pekerjaan rumah, kemudian menonton TV di kamar orang tua saya dan sedang menelepon beberapa teman. Tiba-tiba, layar TV dan layar ponselku buram, dan kepalaku rasanya seperti akan meledak. Benar-benar terasa seperti akan meledak,” kata Chloe.

Lebih lanjut, Chloe mengatakan bahwa dirinya tak bisa menjelaskan rasa sakit yang dirasakannya pada hari itu. Chloe juga menuturkan bahwa saat dirinya mencoba untuk mengambil telepon di dapur, saat ia berdiri ia justru terjatuh. Dan saat itulah ia menyadari bahwa dirinya tak bisa berjalan. 

"Aku bahkan tidak bisa menjelaskan rasa sakit yang kurasakan hari itu. Aku bangun untuk mengambil telepon di dapur karena aku tidak bisa melihat layar di ponselku, tetapi ketika aku mencoba berdiri dari tempat tidur, aku terjatuh. Saat itulah aku menyadari bahwa aku tak bisa berjalan," ujarnya.

Untuk mengambil telepon itu, ia pun harus merangkak ke dapur. Chloe pun kemudian menghubungi ayahnya.  Namun, saat bantuan datang, Chloe sudah dalam keadaan meringkuk seperti sebuah bola di lantai dapur dan ia pun berteriak kesakitan.

Sementara itu ketika dibawa ke A&E Department atau Emergency Departmen, para dokter disana menuturkan bahwa Chloe mengalami aneurisma otak. Dan dari hasil CT scan diketahui bahwa otaknya "penuh darah".

Hanya sekitar 15 menit usai dilakukan CT Scan, Chloe pun harus menjalani operasi darurat untuk menghilangkan flap tulang di otaknya. Pasalnya menurut dokter flap tulang di otaknya seukuran tangannya. Dan setelah itu, ia mengalami koma selama 3 hari.

Sementara itu, tim medis mengingatkan orang tua Chloe untuk akibat yang lebih buruk bahkan jika ia bisa melewati komanya dengan baik, Chloe akan menderita cacat yang cukup serius akibat apa yang ia alami tersebut. 

"Sebelum aku dioperasi, kemudian koma, para dokter mengatakan kepada orangtuaku untuk menerima risiko yang terburuk; kemungkinan aku tak akan selamat, dan jika aku bisa melewatinya, para dokter mengatakan bahwa aku bisa menjadi orang yang sangat berbeda dan memiliki beberapa kecacatan besar dalam tubuhku, " katanya.

Dan ketika ia terbangun dari komanya, ia melihat bahwa ia dikelilingi oleh tim medis dan seluruh keluarganya. Mereka pun nampak begitu bahagia hingga tak kuasa menahan air mata mereka ketika mengetahui Chloe telah terbangun dari komanya. 

“Ketika aku terbangun dari koma, aku dikelilingi oleh dokter, perawat, dan keluarga dan yang aku lihat hanyalah air mata sukacita di wajah semua orang, tetapi aku tak mengerti mengapa mereka semua menangis dan bahagia," ujarnya.

Namun, ketika mereka memberitahunya tentang apa yang terjadi, Chloe pun hanya bisa menangis dan memeluk keluarganya. Ia pun kemudian bertanya tentang penyebab dirinya bisa mengalami hal tersebut. 

“Begitu mereka memberitahuku apa yang terjadi, aku hanya menangis dan memeluk keluargaku. Aku pun kemudian mulai mengajukan pertanyaan. Mengapa? Apakah aku melakukan sesuatu yang menyebabkan hal ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang?," ujarnya.

Dan beruntung, Chloe pun bisa melewatinya dengan baik. Bahkan para dokter dan tim medis yang menanganinya memanggilnya 'Pasien Ajaib'. Chloe pun mengatakan, bagaimanapun, setiap kali ia mengingat peristiwa itu, ia selalu mengatakan bahwa ia telah berhasil melalui bagian terburuk dalam hidupnya dan tantangan baru akan muncul dengan sendirinya.

“Setiap kali aku pikir ini sudah berakhir, sesuatu yang baru akan terjadi; komplikasi, infeksi, operasi, kejang, harus berhenti sekolah. Aku sangat kesakitan setelah bangun dari koma, aku memiliki penglihatan ganda atau juling. Penglihatan ganda hilang sedikit demi sedikit dan membaik, tetapi sampai hari ini aku masih mengalami kehilangan penglihatan tepi," tuturnya.

Chloe pun menuturkan bahwa kemungkinan besar yang menyebabkan dirinya mengalami Aneurisma adalah karena epilepsi dan sekarang ia harus menderita kejang sampai 10-15 dalam sehari. Dan yang harus dilakukan oleh Chloe sekarang adalah mengurangi alkohol. 

“Salah satu aspek epilepsi dan obat-obatan adalah aku tidak bisa minum alkohol, atau aku akan kejang. Ini benar-benar tidak masalah bagiku, karena aku masih bisa pergi ke pesta, pergi bersama teman-teman, dan bersenang-senang seperti anak berusia dua puluh empat tahun lainnya - hanya saja aku harus mengurangi alkohol," katanya.

Lebih lanjut, Chloe mengatakan bahwa seseorang di kampusnya sempat bertanya apa yang ia minum. Dan ia pun hanya mengatakan bahwa dirinya meminum air. Dan teman-temannya terus mendesaknya untuk minum alkohol namun, ia mengatakan jika dirinya meminum itu maka ia akan mengalami kejang-kejang. 

“Suatu kali di kampus, seseorang bertanya kepadaku apa yang aku minum, dan aku katakan hanya air. Mereka pikir aku bercanda dan terus menawari untuk meminum alkohol dan aku bilang tidak, jika aku minum, aku akan kejang," katanya.

Chloe pun menuturkan bahwa dirinya terbuka mengenai kondisi kesehatannya dan ia menggunakan hal itu untuk mengingatkan orang lain. Meskipun ia masih memiliki cara untuk pulih sepenuhnya, tetapi Chloe mengatakan bahwa ia akan menghadapinya dengan sabar dan tetap bersemangat untuk masa depan.

“Secara keseluruhan, saya sangat berterima kasih kepada seluruh tim neuroku di Rumah Sakit Universitas karena ini tidak akan mungkin terjadi tanpa bantuan mereka semua. Aku memiliki harapan besar untuk masa depanku sekarang. Aku berharap operasi terakhir ini akan berhasil, yang berarti bahwa aku tidak akan mengalami kejang lagi, atau paling tidak memiliki lebih sedikit rasa sakit," tutur Chloe.

Lebih lanjut, Chloe menuturkan bahwa yang menjadi tujuannya sekarang hanyalah bisa segera pulih. Sehingga dirinya bisa beraktifitas kembali. 

"Tujuanku sekarang adalah untuk pulih sepenuhnya, lalu kembali ke gym, bermain bola voli lagi, dan mungkin pergi berlibur bersama beberapa teman," ujarnya.

Dan di usianya yang baru 24 tahun atau 9 tahun setelah kejadian yang ia alami, Chloe kini telah pulih usai melakukan operasi terakhirnya beberapa bulan yang lalu. Chloe pun berharap dirinya bisa mengambil pendidikan medis untuk bisa membantu orang lain seperti dokter dan perawat yang telah merawatnya. 

"Hal itu menghancurkan hatiku, aku perlu mengevaluasi kembali apa yang bisa aku ambil sara realistis sebagai karierku kelak. Apa pun yang terjadi, aku harap ini aku bisa mengambilnya di bidang medis sehingga aku bisa membantu orang lain seperti orang lain membantuku," katanya

Chloe pun mengatakan bahwa apapun yang ia pelajari hanya ia gunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan bantuannya terutama dalam hal medis. 

"Jika ada sesuatu yang aku pelajari, itu untuk membantu kalian. Jika kalian memiliki pertanyaan untuk dokter atau tim layanan kesehatanmu, atau jika kalian merasa tidak nyaman dengan sesuatu yang terjadi, pastikan kalian membicarakannya dengan dokter. Ini kehidupan kalian yang kami bicarakan di sini, kalian juga perlu memahami apa yang terjadi dengan perawatanmu. Pastikan kamu juga membantu orang lain, terutama yang membutuhkan bantuan dan pertolongan," tandasnya.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.