HETANEWS

Kuburan Ikut Diterjang Banjir Bandang, Mayat dan Tulang Belulang Berserakan

Warga bersama pihak keluarganya mengumpulkan tulang belulang tengkorak manusia dari kuburan, akibat banjir bandang di bagian hulu, Sabtu (4/5/2019). (foto/stm)

Samosir, hetanews.com – Banjir bandang yang melanda Dusun III Ransang Bosi, Desa Buntu Mauli, Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, pada Jumat (4/5/2019), sekirar pukul 15.40 WIB, di luar dugaan warga.

Banjir tersebut menghantam jembatan yang menghubungkan desa Sirancang Bosi dan Sabulan, hingga putus total, tidak bisa dilalui keradaraan roda dua maupun empat.

Selain juga merusak rumah warga dan menelan seorang korban jiwa, bencana itu bahkan merusak kuburan atau wakaf yang  berdekatan denga perkampungan warga.

Warga pun menemukan 4 mayat yang keluar dari liang kuburan tersebut, di Dusun III. Keempat mayat itu, diantaranya 2 orang laki-laki dan 2 orang lagi perempuan.

Dan satu mayat, kondisinya masih utuh karena baru dikubur, beberapa bulan yang lalu. Dan oleh pihak keluarga, kemarin malam sudah dikuburkan  di ladang, dibantu oleh warga.

Warga menemukan mayat hanya tinggal badan saja dari tanah wakaf yang terbawa arus air banjir bandang. (foto/stm)

Ada juga keluarga dari pemilik wakaf, mengumpulkan tulang belulang yang berserakan, guna ditanam kembali.

Terakhir, warga juga menemukan satu lagi mayat wanita dari makam bongkahan dengan kondisi  kepala sudah tidak ada dan termasuk tangan dan kaki mayat tersebut juga sudah tidak utuh lagi atau hanya tampak badan saja.

Baca juga: Bupati Samosir Kunjungi Korban Banjir Bandang

Baca juga: Korban Banjir Bandang di Samosir Ditemukan Setelah Tertimbun Selama 20 Jam

Baca juga: Ungkapan Duka Cita Datang dari MAS untuk Korban Banjir Bandang di Samosir

Musibah banjir bandang ini, juga dibenarkan oleh Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Samosir, Mahler Tamba, ketika dikonfirmasi hetanews.com ,Jumat (3/5/2019), lalu.

BPBD Samosir yang dikoordinir  Bupati Samosir akan lakukan pendataan dan sesegera mungkin mendirikan tenda bagi warga yang terkena dampak dan memindahkan mereka ketempat yang aman,  ujar Mahler Tamba.

Sebelumnya, tahun 2010 yang lalu, kecamatan Sitio - tio juga pernah mengalami hal yang sama, yaitu banjir bandang.

Penulis: stm. Editor: gun.