HETANEWS

MA Akan Berhentikan Sementara Hakim PN Balikpapan yang Ditangkap KPK

Hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat mengenakan rompi tahanan usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (4/5/2019).

Balikpapan, hetanews.com - Mahkamah Agung (MA) akan memberhentikan sementara Hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, Kayat. Pemberhentian tersebut karena Kayat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Juru Bicara MA, Andi Samsan Ngaro mengatakan, langkah tegas MA tersebut sebagai bukti komitmen MA untuk membersihkan lingkungan pengadilan dari persoalan korupsi. Selama ini MA menjalin kerja sama dengan KPK dalam pembersihan di pengadilan.

"MA akan mengambil langkah mengusulkan kepada Ketua MA agar hakim yang bersangkutan diberhentikan sementara sambil proses perkaranya berjalan. MA tidak main-main melakukan pembersihan dengan melibatkan KPK untuk menangkap dan menindak oknum aparatur peradilan yang melakukan suap dan jual beli perkara," ujar Andi.

Dia mengungkapkan, MA selama ini gencar melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengadilan. Bahkan, pada 2017-2018  MA mencanangkan tahun pembersihan terhadap oknum peradilan yang melakukan perbuatan tercela. "MA bukan tidak serius melakukan pembinaan dan pengawasan," ucapnya.

Menurutnya, MA bersikap tegas terhadap aparatur pengadilan yang tidak bisa dibina. MA telah menerbitkan beberapa Peraturan MA (Perma) dan maklumat yang berkaitan dengan Pembinaan dan Pengawasan. 

"Bagi yang tidak bisa dibina terpaksa akan dibinasakan agar virusnya tidak menyebar kepada yang lain," katanya.  

KPK telah menetapkan Kayat sebagai tersangka suap penanganan perkara. Selain Kayat selaku penerima, KPK juga menetapkan pemberi suap sebagai tersangka, yakni Sudarman dari swasta dan Jhonson Siburian (JHS) yang berprofesi pengacara.

sumber: inews.com

Editor: sella.