HETANEWS

Dua Tokoh Agama di Siantar Apresiasi Pemilu Serentak Berjalan Aman dan Lancar

Amriel Zein (kiri) dan Pdt Ardenias Tarigan. (foto/hza)

Siantar,hetanews.com - Pemilihan (Pemilu) serentak, 17 April 2019, usai digelar. Kini, Jumat (3/5/2019) siang, pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Siantar tengah menyelenggarakan rapat pleno terbuka, penghitungan perolehan suara tingkat kota, di Aula Dharmawanita, Jalan Porsea, Kecamatan Siantar Selatan.

Pemilu yang berjalan lancar dan aman tersebut, mendapat apresia dari dua tokoh agama di Siantar, yaitu Amriel Zein (76), Fungsionaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pdt Ardenias Tarigan, sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kota Siantar.

Amriel Zein menyampaikan, dirinya selalu mengikuti perkembangan Pemilu serentak dan dinilainya cukup baik dan transparan.

"Sampai saat ini tidak ada gejolak-gejolak yang timbul di kalangan masyarakat yang dapat menghambat jalannya Pemilu serentak kali ini," ujarnya ketika diwawancari wartawan.

Menurutnya, Pemilu berjalan dengan baik karena didukung oleh masyarakat  Siantar yang memiliki sifat terbuka dan transparan serta paling toleransi.

Sementara Pdt Ardenias Tarigan, menyampaikan terimakasi kepada masyarakat Siantar yang dengan antusias mensukseskan pesta demokrasi.

"Terimakasi untuk seluh penyelengga Pemilu, KPU, Bawaslu, PPK, PPS, para saksi – saksi dan aparatur Negara, TNI dan Polri yang telah berusaha mengawal Pemilu agar berjalan adil, jujur dan transparan," ujarnya.

Ia berharap, agar para relawan maupun simpatisan partai politik serta calon presiden agar sabar menunggu pengumuman resmi pada tanggal 22 Mei mendatang.

Diminta tanggapannya terkait caleg yang mengklaim dirinya unggul? Pdt Ardenias Tarigan menyampaikan, semua sudah jelas mekanismenya. Tentunya bila ada merasa kurang puas, baiknya disampaikan kepada yang berwenang, sarannya.

"Masyarakat juga, bila ada menemukan kejanggalan di lapangan karena penyelenggara Pemilu pasti menerima masukan , kritikan dari setiap masyarakat,"ujarnya.

Amriel Zein juga berpesan agar caleg menunggu hasil yang lebih konkrit dan akurat.

"Harus menunggu proses yang dilakasanakan KPU, mulai dari penghitungan suara sampai perolehan suara terbanyak dan penetapan nanti. Untuk caleg harus sabar menunggu proses yang dilaksanakan KPU agar tidak salah penapsiran dikalangan masyarakat," pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.