HETANEWS

Terkait Upeti Rp50 Juta, Kejari Siantar Minta Si Sumber Berita Segera Melapor

Kasi Intel Kejari Siantar, BAS Faomasi Jaya Laia SH MH. (foto/ay)

Siantar, hetanews.com - Terkait pemberitaan salah satu media online Siantar yang menyebut "Diduga Terima Upeti", pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar telah meminta kepada narasumber berita itu agar segera datang ke Kepala Seksi Intelijen Kejari Siantar untuk menunjukkan bukti kongkrit yg dimilikinya, karena sudah menyebarkan berita hoaks yang tidak bertanggung jawab.

"Hingga kini kami masih menunggu narasumber terkait pemberitaan tersebut untuk datang ke Kejari Siantar dengan melampirkan bukti autentik, seperti rekaman atau lainnya,"kata BAS Faomasi Jaya Laia SH MH, kepada wartawan, Jumat (3/5/2019), di ruang kerjanya, ketika dikonfirmasi terkait kebenaran berita tersebut.

Sebaiknya, si sumber atau pihak yang keberatan segera melaporkan  ke Institusi yang bersangkutan, jangan asal ngomong dan tidak perlu dibesar-besarkan dalam pemberitaan, ungkapnya.

Jika masyarakat ingin Kejaksaan bersih, maka mari secara bersama kita wujudkan, tegasnya.

“Laporkan ke saya dan kita tunggu hingga hari ini, dan apabila ada bukti kongkrit, saya yang akan bertindak, “kata BAS.

Tapi jika pemberitaan tidak benar dan tidak sesuai fakta, maka pihak Kejaksaan akan melaporkan media yang bersangkutan, tegasnya lagi.

“Saya berharap, wartawan sebagai mitra dan melaksanakan fungsinya sebagai sosial kontrol, dapat menyajikan berita yang fakta, jangan katanya-katanya,”ujarnya lagi.

Kita juga tidak menutup-nutupi. Jika Kasi Pidum (Benny Purba) benar ada menerima upeti seperti yang dikatakan si sumber berita, laporkan  dan datang menemui saya, untuk melakukan klarifikasi. Sehingga permasalahan menjadi jelas, kita akan klarifikasi langsung bersama Kasi Pidum, ungkapnya.

Sebelumnya, diberitakan salah satu media online di Siantar, Kasi Pidum (Benny) diduga menerima upeti Rp.50 juta, terkait 5 terdakwa yang dituntut 2 tahun karena terbukti sebagai pengguna sabu. Uang tersebut, menurut berita itu, diserahkan di ruang Kasi Pidum Kejari Siantar oleh pengacaranya.

Ke-5 terdakwa, KC, DS, FS, DMH dan ML yang ditangkap dari salah satu kamar hotel dengan barang bukti sabu dan alat-alat hisap.

Penulis: ay. Editor: gun.