HETANEWS

Hakim Vonis Bebas Terdakwa Curas, Jaksa Siantar Ngoceh Usai Sidang

Gedung PN Siantar di Jalan Sudirman, Kec Siantar Barat. (Foto/ist)

Siantar, hetanews.com - Dua terdakwa kasus pencurian yang divonis bebas di PN Siantar, Kamis (2/5/2019) sore, melahirkan kekecewaan tersendiri bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasusnya. JPU sebelumnya mengancam keduanya atas pencurian dengan kekerasan.

Putusan bebas para terdakwa dibacakan dalam sidang yang dipimpin Hakim Rosihan Juhriah Rangkuti dibantu dua hakim anggota, Risbarita Simorangkir dan M Nuzuli.

Dalam amar putusannya hakim menyatakan kedua terdakwa Manson Sitorus dan Andi Goklas tidak terbukti melakukan pencurian dan penganiayaan dan dibebaskan dari seluruh dakwaan JPU, Samuel Sinaga.

“Membebaskan kedua terdakwa Manson Sitorus dan terdakwa Andi Goklas, karena terdakwa tidak terbukti secara sah meyakinkan bersalah melanggar pasal 365 KUHPidana,” kata hakim Rosihan.

Sementara itu, (JPU) Samuel Sinaga menyatakan kasasi atas putusan yang dibacakan majelis hakim.  Samuel sebelumnya menuntut para terdakwa masing-masing 3 tahun sebagaimana bunyi Pasal 365 ayat (2) ke-2e KUH-Pidana.

Kedua terdakwa kemudian dibawa menuju sel tahanan dan sempat melakukan sujud syukur atas vonis dari hakim. Mereka tampak sumringah di akhir sidang kasus tersebut.

Berbeda dengan Samuel. Saat berada di luar sidang Samuel meluapkan kekecewaannya sembari ngoceh di sejumlah awak media.

Menurut ia, jika pelaku pencurian mendapat vonis bebas maka para pelaku tindak pidana itu bakal bertindak seenaknya, terutama bagi warga di eks Terminal Sukadame, Parluasan.

“Habis lah nanti orang-orang di Parluasan itu semua dibuat orang ini. Secara umum yah makin merajelala penjahat di situ. ‘Sudah bebas kami’,’Sudah bebas kami’ katanya, ” terang Samuel.

Dalam dakwaan, Rabu, 3 Oktober 2018 sekira pukul 23.00 Wib, di Jalan Sisingamangaraja Kel Suka Dame Kec Siantar Utara, tepatnya didepan losmen Parluasan, saksi korban Bambang Sutio bersama rekannya Andi Chandra dan Coconut Tree Girsang dengan mengemudikan mobil box dari arah Parapat tiba di Kota Siantar dihadang dan diberhentikan oleh 6 orang laki-laki yang tidak diketahui identitasnya.

Kemudian para terdakwa berusaha untuk membuka pintu mobil saksi korban dan pada saat berada didekat pintu mobil pengemudi sebelah kanan sebanyak 3 orang dan didekat pintu mobil penumpang sebelah kiri sebayak 3 orang lalu para terdakwa yang berada didekat saksi korban Bambang Sutio meminta uang namun saksi korban menjawab ‘gak ada uangku bang, supirnya aku’ lalu para terdakwa berkata kepada korban dengan nada memaksa ‘turun kau, turun kau’ sambil para terdakwa bergantian menarik-narik lengan dan memaksa saksi korban untuk membuka pintu mobil.

Namun karena saksi korban tidak mau membukakan pintu mobil para terdakwa mengacungkan sebilah pisau dengan mengatakan ‘buka pintu’ kemudian saksi korban langsung diperiksai/merogo seiisi kantong saksi korban oleh para terdakwa dan berusaha untuk naik keatas mobil dan para terdakwa berusaha mengeluarkan hp milik saksi korban yang berada di kantong sebelah kanan.

Selanjutnya saksi korban melihat para terdakwa menarik dan memukul dengan menggunakan tangan saksi korban Andi Chandra dan Coconut Tree Girsang untuk keluar dari dalam mobil hingga terkena luka cakar dibagian bahu sebelah kiri, karena hp milik saksi korban Bambang Sutio sudah berhasil diambil para terdakwa pergi meninggalkan saksi korban, Andi Chandra dan Coconut Tree Girsang. Akibat perbuatan para terdakwa saksi korban Andy Chandra mengalami luka.

Penulis: bt. Editor: bt.