HETANEWS

Rekomendasi Kapolres, Pemko Tanjungbalai Tutup Diskotik dan KTV Hotel Tresya

Wali Kota Tanjungbalai, didampingi Wakil Wali Kota dan Plt Sekdakot saat konfrensi pers. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Pemko Tanjungbalai, akhirnya menutup pusat hiburan yang ada di Hotel Tresya, di Jalan Sudirman Kilometer 7, Kelurahan Sijambi,  Kecamatan Datuk Bandar.

Kita sudah melayangkan surat kepada pihak managemen Hotel Tresya, tentang penutupan diskotik/pub dan KTV yang ada di hotel tersebut, ucap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, dalam konfrensi persnya kepada sejumlah wartawan, di Kantor Wali Kota setempat,  Kamis (2/5/2019)  siang.

Hadir dalam konfrensi pers tersebut,  Wakil Wali Kota, H Ismail,  Plt Sekdakot, Halmayanti,  Plt Kadis Perindag, Nurmalini Marpaung dan Kepala Dinas terkait.

Wali Kota beralasan, bahwa  penutupan tersebut disebabkan  Pusat Hiburan Hotel tersebut tidak memiliki izin sejak beroperasi pada tahun 2009, lalu.

Pihak pengusaha hotel hanya mengantongi izin operasional hotel sebanyak 119 kamar yang diajukan pada 2009, katanya.

Wali Kota menunjukkan surat penutupan diskotik /pub dan KTV Hotel Tresya. (foto/ferry)

Selama ini, lanjutnya, Pemko cukup bertoleransi kepada pihak hotel, dengan menganjurkan untuk mengurus izin hiburan, namun pihak pengusaha sepertinya tidak mengindahkan hal tersebut dan tetap membandel.

Namun pada tahun 2019 ini, kata Wali Kota, barulah pihak hotel mengajukan permohonan izin hiburan,  namun pihak Pemko menolak permohonan tersebut karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan.

Selain itu, penutupan ini juga salah satunya atas rekomendasi dari Kapolres  Tanjungbalai nomor B/447/III/RES.4/2019/Narkoba,  yang intinya di tempat tersebut sering terjadi transaksi Narkoba dan hal ini telah dibuktikan dengan beberapa tangkapan yang dilaksanakan oleh Satres Narkoba.

Keberadaan  diskotik/pub dan KTV di hotel tersebut, merupakan jadi polemik kepada warga. Karena kuat dugaan, selain tempat transaksi narkoba,  tempat tersebut juga dicurigai sebagai ajang bisnis prostitusi yang sudah sangat mengkhawatirkan warga, ujarnya.

Hotel Tresya yang berada di jalan Sudirman kilometer 7 Tanjungbalai. (foto/ferry)

Dan selama ini, pihak Pemko maupun kepolisian sudah banyak mendapat aduan, baik dari warga maupun dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, aktivis dan mahasiswa yang  resah akan keberadaan tempat tersebut.

Masih menurut Wali Kota,  di tempat hiburan tersebut juga telah beberapa kali memakan korban. Pengunjung yang tewas karena overdosis akibat mengkonsumsi narkoba yakni sabu dan ekstasi, tandasnya.

Alasan - alasan tersebut lah yang membuat Wali Kota mengambil tindakan tegas.

"Penutupan ini bukan untuk bulan puasa saja, tapi selamanya, karena tidak mempunyai izin dan meresahkan masyarakat,"tegasnya.

Wali Kota menuturkan, bahwa besok (Jumat 3/5/2019)  Pemko Tanjungbalai bersama Forkopimda lainnya akan melakukan penyegelan/police line, sebagai bukti penutupan pusat hiburan tersebut.

Penulis: ferry. Editor: gun.