HETANEWS

Pemilik Senpi Ilegal Tembak Pintu Rumah Devi, Dibui 12 Bulan

Jaksa Agus SH dan terdakwa saat mendengar vonis di PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Adji Rahwidian (48), warga jalan Kapten Kahar Sinaga, Desa Bosar Maligas, terbukti sebagai pemilik senjata api (Senpi) illegal, divonis 12 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Putusan itu, diucapkan ketua majelis hakim, A Hadi Nasution SH MH, didampingi dua hakim anggota, di PN Simalungun, Kamis (2/5/2019).

Vonis terebut, lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Agus Vernando Sinaga SH, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 1,6 tahun. Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 1 (1) UU Darurat RI No.12/1951.

Terdakwa ditangkap Rio Siahaan dan Candra Kirana, masing – masing personil Polres Simalungun, pada Sabtu, 13 Oktober 2018, lalu, berdasarkan laporan Devi Dian Haryanti, yang menyebutkan pintu rumahnya ditembak oleh terdakwa. Petugas langsung memeriksa kondisi pintu dan benar bekas tembakan.         

Polisi lalu memburu terdakwa  dan berhasil ditangkap di simpang Rumah Makan Takari Kota Tebingtinggi.

Barang bukti yang disita dari terdakwa, antara lain, senpi softgun hitam merk MK Spec Standard NSN 1005-7731 nomor seri COP471Us berikut dengan magazinenya. 1 pucuk senjata air softgun warna hitam merk Colt Defender Series 90 nomor seri 18T00192, berikut peluru jenis mimis sebanyak 50  butir dan 2 tabung yang didapat dari dalam tas sandang warna loreng milik terdakwa. Senpi tersebut dimiliki terdakwa tanpa ada ijin dari pihak berwenang.           

Senpi tersebut, diakui diperoleh dari Afrizal (DPO), tanpa dilengkapi dokumen yang sah yang diperoleh terdakwa secara ilegal. Atas vonis terebut, terdakwa menyatakan terima. Persidangan dibantu panitera, Marthin SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: ay. Editor: gun.