HETANEWS

Kosatgas FKPPI Karo Dukung Polres Karo Berantas Judi dan Narkoba

Pengurus Kosatgas FKPPI Karo.

Karo, hetanews.com - Penyalahgunaan narkoba dan perjudian, menjadi dua tindak kriminalitas yang sering terjadi, di Tanah Karo.

Bahkan penyalahgunaan narkoba, di Kabupaten Karo, masuk kategori tertinggi se-Sumut. Sementara urutan berikutnya kasus pencurian dan pelecehan seksual.        

Hal ini tentunya sangat menyedot perhatian masyarakat Karo yang anti dengan judi dan narkoba. Seperti yang disampaikan Tokoh Pemuda Karo, Andicha Karma Pratama (30), Selasa (30/5/2019), di Kabanjahe.

Menjamur atau maraknya judi dan narkoba serta prostitusi di Karo, harusnya menjadi perhatian khusus Kepolisian Resort Tanah Karo, ujarnya.

Andicha, selaku Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan pengurus Kosatgas FKPPI Kabupaten Karo, meminta Polri dapat menjalankan tupoksinya untuk memberantas penyakit masyarakat (Pekat).

Ia berharap Polres Karo bertindak adil dan jangan setengah hati atau pilih bulu menutup puluhan rumah-rumah judi berkedok gelanggang permainan.

“Jangan hanya patroli-patroli saja. Selama judi marak, warga muali mencemooh lemahnya kinerja polri. Jangan bergelap-gelap dalam terang. Judi menjamur dimana-mana dan terang-terangan rajin mengubah modus operandinya,”ujarnya.

Apalagi, tambah Andicha lagi, pemicu kriminalitas kerap berawal dari meja judi. Pemain judi yang kalah bisa berbuat apa saja alias nekat. Banyak ditemukan kasus kriminal seperti jambret, copet dan pencurian berawal dari judi. Bila tak ingin disebut gagal, Kapolres Karo harus meningkatkan atensi terhadap masyarakat. Persoalan yang terjadi di Karo saat ini menjadi ‘PR’ Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu,Sik, ujarnya.

“Menegakkan hukum dengan tegas dan menanggapi keresehan masyarakat tentu saja akan menjadi nilai tersendiri bagi Kapolres. Bila tidak, siap-siap citra kepolisian di mata masyarakat kian tergerus,”sebutnya.        

Hal yang sama juga dikatakan Ketua Yayasan Rajutan Kasih Abadi Karo, Eben Heser Ginting 007, jika berantas judi dan narkoba dari dulu hanya sekedar wacana.

Buktinya, fakta dan cerita dilapangan, oknum-oknum polisi yang katanya melakukan patroli tiga kali sehari untuk memberantas penyakit masyarakat yang sudah mendarah daging. Hanya sekedar singgah mengambil ‘mil’ atau setoran .

 “Mereka hanya membunyikan klakson mobil nanti keluar seseorang dari tempat perjudian dengan membawa uang. Setelah diserahkan, oknum-oknum polisi itu langsung pergi meninggalkan lokasi,”ujar Eben Heser Ginting.

Jika hal ini terus terjadi, lanjutnya, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polisi akan pudar. Dia berharap, Polisi dapat mengikut sertakan seluruh masyarakat dari berbagai elemen untuk menjaga suasana aman dan kondusif. Apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan puasa, jadi jangan ada yang tersinggung dan marah.

Seperti halnya, tambahnya lagi, rumah-rumah maksiat berkedok oukup-oukup yang berada disepanjang jalan lintas Berastagi dan Merek. Semua itu harus ditutup karena tidak sesuai lagi dengan kehidupan masyarakat Karo yang adat istiadatnya sangat tinggi. Jangan dirusak dengan kemaksiatan, kasihan dengan anak cucu dikelak nanti yang merupakan generasi bangsa untuk membangun daerah Karo dimasa depan, ungkapnya.    

“Selaku pengurus Kosatgas FKPPI Karo, keluarga besar kita siap dan mendukung penuh kepolisian Karo dalam memberantas pekat. Karena kita selaku perpanjangan tangan TNI/Polri, dan jika ada pengurus atau kader Kosatgas FKPPI yang terlibat dengan kasus narkoba atau judi. Kami siap diproses dan tak ada kata ‘86’ atau damai ditempat,”sambung Andicha Pratama menutup pembicaraan.           

Penulis: charles. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.