HETANEWS

Mengintip Santri di Tanjungbalai Belajar Al Quran di Pondok Panggung

Para santri membaca Al-Quran di Pondok Panggung. (Foto/Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Sayup terdengar suara ayat suci Al-Quran dari belakang rumah. Setelah didekati ternyata suara tersebut berasal dari sebuah pondok panggung, yang dihuni oleh sejumlah santri yang masih belia.

Para santri ini sedang belajar membaca Al Quran dengan alunan yang menusuk kalbu di pusat pembelajaran Al Quran yang dinamakan TPA Al Fatih Center binaan oleh Ustadz Heri Candra Matondang di Jalan Selar Lingkungan V, Kelurahan Pematang Pasir, Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumut.

"TPA ini telah resmi dibuka sejak enam bulan silam, para santriwan dan santriwati dilatih cara membaca Alquran dengan Tajwid, Tilawah dan Tahfidz Quran," ujar Heri yang akrab disapa Ustad Ayie.

Para santri ini merasa nyaman belajar di atas pondok panggung ini dibandingkan belajar di dalam bangunan (sebelumya belajar di dalam bangunan), santri beralasan di atas pondok ini dapat menyatu dengan alam sehingga lebih khusuk dalam penghayatan saat  membaca alquran, ucap Ustad Ayie.

Menurutnya, awalnya para santri ini di ajarkan cara membaca Al-Quran dengan Tajwid, dilanjutkan dengan Tilawah dan Tahfidz, dan disini santri ini belajar setiap harinya dimulai pada sore hingga malam hari sesuai dengan jadwal belajar.

Membaca Al Qur’an dengan Tajwid tidaklah wajib, yang wajib menurutnya adalah membaca harakat dan mengucapkan huruf sesuai yang sebagaimana mestinya.

Namun ilmu tajwid wajib dalam kadar yang bisa menghindari seseorang dari kesalahan makna dalam bacaannya, sebutnya.

Ustad Ayie menekankan kepada santrinya membaca alquran dengan tartil,  hal ini berdasarkan suatu hadits ketika sahabat bertanya waktu itu,  Ya Rasulullah apa yang dimaksud itu membaca alquran dengan tajwid?  Rasul menjawab membaca dengan hukum hukumnya dengan makhraj hurufnya ,oleh sebab itulah para santri ini datang ke pondok ini.

Para santri membaca ayat suci Al-Quran di Pondok Panggung TPA Al Fatif Center. (Foto/Ferry)

Di singgung soal Santri yang belajar hafalan Alquran, menurut Ustad Ayie membutuhkan waktu yang panjang.

Untuk lama menyelesaikan hafalan tidak ada target, tapi kesadaran dari masing-masing santri. Jadi  bagi yang malas menghafal bisa lama, dan sebaliknya bagi yang rajin menghafal insyaallah bisa cepat selesai hafalannya, ucapnya.

Harapannya adalah agar para santri benar-benar mampu menguasai hafalan Al Quran dalam jangka waktu yang sudah di tentukan.

Sudah terbukti,  para santri yang belajar di TPA ini telah berhasil menjadi juara pada MTQ baik di Kota Tanjungbalai maupun di Kabupaten Asahan.

Kini Santri yang menuntut ilmu di Pondok ini telah mencapai 60 orang santri dan berasal dari dua Kabupaten yakni Asahan dan Tanjungbalai. 

Penulis: ferry. Editor: bt.