Siantar, hetanews.com - Puluhan perempuan yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Perempuan Pematangsiantar Simalungun (GMPPS) menggelar aksi dalam memperingati May Day di Kota Siantar, Rabu (1/5/2019).

Dalam peringatan May Day ini, GMPPS mendesak perusahaan maupun pemerintah agar menghentikan kekerasan terhadap buruh perempuan.

Salah satu poin utama yang disuarakan GMPP ialah penghapusan penerapan outsourching oleh perusahaan. 

Menurut mereka, pemilik modal senantiasa berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan apa yang menjadi hak-hak dan kondisi dari pada buruh khususnya buruh perempuan. 

GMPPS juga mendesak agar menghentikan kekerasan terhadap buruh perempuan, menghentikan komersialisasi terhadap buruh perempuan, mendesak agar diwujudkan upah minimum kota (UMK) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kemudian, mendesak pemerintah agar mewujudkan Kesehatan Keselamatan Tenaga Kerja (K3) dan menghentikan pelecehan seksual terhadap buruh perempuan. 

Unjuk rasa ini dimulai dari Makam Pahlawan kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki ke lapangan pariwisata di Jalan Merdeka Kota Siantar. 

GMPPS merupakan gabungan dari organisasi di Kota Siantar yakni GMKI, GMNI, HMI, PMKRI, GAMPAR dan BARSDem.