HETANEWS

Polres Wonogiri Tetapkan Suami Dosen yang Racuni Anggota DPRD Sragen sebagai Tersangka

Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti saat Jumpa Pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (23/4/2019) - (foto/Agil Tri)

Wonogiri, hetanews.com - Polres Wonogiri terus melakukan pendalaman atas kasus pembunuhan seorang anggota DPRD Sragen, Sugiman, oleh seorang dosen universitas di Kediri berinisial NR.

Dari perkembangan penyidikan kasus yang dilakukan Polres Wonogiri, membuahkan satu nama tersangka baru.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Wonogiri, AKP Aditya Mulya Ramadhani, yang mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti Istiwidayati, Rabu (1/5/2019).

"Perkembangan penyidikan kasus pembunuhan Sugimin telah mengalami kemajuan dengan bertambahnya pelaku baru," katanya.

Dia menambahkan, tersangka baru yang ditetapkan ada suami NR bernama Nurwanto, yang sebelumnya berstatus saksi.

"Suami NR atas nama Nurwanto kita tetapkan sebagai tersangka berdasarkan gelar perkara pada Selasa (30/4/2019)," imbuhnya.

Dengan penetapan Nurwanto menjadi tersangka ini, Polres Wonogiri langsung melakukan upaya paksa berupa penahanan.

"Nurwanto dalam dugaan tindak pidana ini turut membantu melakukan atau turut melakukan perbuatan pembunuhan berencana," katanya.

Nurwanto diduga terlibat karena dia mengetahui rencana istrinya meracuni korban.

Selain itu, dia juga mengantar dan memberikan 2 kapsul obat Diapet yang telah diracik berisi racun tikus kepada istrinya, Nurhayati, untuk diserahkan kepada korban, Senin (15/4/2019) lalu.

Kronologi Awal dan Ancaman Hukuman Pelaku

Menurut Kapolres Wonogiri, AKBP Uri Nartanti saat jumpa pers di Mapolres Wonogiri, Rabu (24/4/2019), tersangka membunuh korban dengan cara memberikan racun tikus sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda.

NR membunuh Sugiman lantaran sakit hati.

Sugiman beberapa kali meminta sejumlah uang kepada NR, diduga uang tersebut akan dia gunakan untuk maju kembali sebagai caleg.

"Sebelumnya ada permintaan tersangka meminta uang Rp 10 juta, dan yang terakhir meminta Rp 750 juta, tapi NR merasa tidak mampu, dan tidak memberikan."

"Namun dari keterangan NR, korban mendesak terus dan mengancam akan menculik anak NR," katanya.

NR sendiri memiliki seorang anak dari hasil pernikahan dengan suami sahnya, yang berusia 8 tahun, yang saat ini duduk di bangku SD.

Tersangka yang merasa terancam dan terdesak lantas merencanakan untuk menghabisi nyawa korban.

Pada11 April 2019, korban datang ke rumah tersangka dalam keadaan sakit diare, sehingga korban ke kamar mandi sebanyak dua kali.

"Dari situ kemudian muncul ide tersangka untuk meracuni korban dengan memberikan racun tikus yang dimasukkan ke dalam kapsul obat diare," katanya.

Racun tersebut langsung bereaksi, yang kemudian korban mengalami kesakitan.

Karena melihat korban kesakitan, tersangka tidak tega dan membawa korban ke Rumah Sakit Marga Husada.

"Di situ dirawat dua hari hingga 13 April 2019, kemudian dibawa pulang kembali ke rumahnya, yang diantar suami NR ke Sragen," katanya.

Di tengah perjalanan, di sekitar Solo Baru, tersangka memberi racun tikus lagi kepada korban, yang mana dimasukkan lagi ke dalam kapsul obat yang sama.

"Ketika racun tersebut bereaksi, tersangka tidak tega lagi dan kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Dr Oen," imbuhnya.

Korban dirawat hingga 15 April 2019, kemudian korban dibawa ke rumah saudara korban di Daerah Giriwoyo, Wonogiri.

Di tengah perjalanan, korban diberi racun lagi hingga korban semakin kritis dan meninggal sebelum sampai di rumah saudaranya.

Kemudian korban yang tewas dibawa ke RSUD Wonogiri untuk dilakukan pemeriksaan.

"Dari hasil pemeriksaan di RSUD Wonogiri, ditemukan tanda-tanda kematian yang tidak wajar, yang kemudian kita melakukan penyelidikan yang mengarah kepada NR sebagai tersangka," pungkasnya

NR terancam terjerat pasal 340 jo 338 tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman pidana seumur hidup. 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.