HETANEWS

Tetap Pekerjakan Karyawan, Proyek Tol Tebingtinggi-Parapat Dianggap "Abaikan" Hari Buruh

Para pekerja proyek tol tetap bekerja di hari buruh atau May Day. (foto/dmk)

Sergai, hetanews.com - Hari buruh se dunia yang diperingati setiap tanggal 1 Mei atau yang dikenal dengan May Day, tampaknya tidak berarti bagi para pekerja proyek tol Tebingtinggi - Parapat.

Diketahui sebelumnya, hari buruh ini telah ditetapkan oleh pemerintah, sebagai hari libur nasional atau libur resmi.

Namun, kenyataanya ditemui di lapangan, karyawan yang berjumlah sekitar 5 orang sedang bekerja mengukur objek lokasi untuk pembuatan jalan tol.

Tepatnya di areal PTPN IV Pabatu, Desa Afdeling 6, Kecamatan Dolok Merawan, Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu (1/5/2019). 

Padahal, jika mengacu pada Pasal 85 Undang - undang Ketenagakerjaan yang berbunyi, “pekerja atau buruh tidak wajib bekerja pada hari libur resmi”. 

Sutejo, sebagai surveyor saat mengenakan rompi PT Waskita saat dikonfimasi hetanews.com, di lokasi kerja, mengaku tahu jika hari ini adalah hari buruh internasional dan ditetapkan menjadi hari libur nasional.

"Saya tau pak, jika hari ini hari libur nasional pak, namun karena diperintahkan oleh konsultan perencana dari Hutama Karya (HK),  kami harus mengambil data jalan ini untuk diwaterpas karena mau dibuat rapat pak, namanya ini emergancy pak,"ucap surveyor asal Madiun ini.

Menanggapi hal ini, ketua KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) Sergai, Said Assegaf, kepada hetanews.com, mengaku kecewa terhadap pihak perusahaan yang tetap memperkerjakan karyawan pada hari libur resmi. "Yang jelas, PT ini tidak menghargai hari buruh sedunia,”tegasnya.  

Penulis: dmk. Editor: gun.