HETANEWS.COM

Diduga Kelelahan, Dua Anggota KPPS Meninggal Dunia di Siantar

Kerabat dekat serta tetangga melayat kerumah Ismail Sembiring (70), anggota KPPS di TPS 3 Kelurahan Baru, Kota Siantar, Selasa (30/4/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Hingga kini, sudah dua orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Pematangsiantar, yang meninggal dunia.

Kini, Selasa (30/4/2019) siang , salah seorang anggota KPPS di TPS 3, Kelurahan Baru, Ismail Sembiring, warga Jalan Cokro, Kelurahan Baru, Kecamatan Siantar Utara, meninggal dunia.

Pria yang berusia 70 tersebut, meninggal, pada Senin (29/4/2019) malam, lalu, pasca sore harinya, masih mengikuti rapat, di kantor kelurahan.

"Dari awal pemilihan umum, pada Rabu (17/4/2019) kemarin, bapak sudah ikut bekarja," ujar Veriawan Simbiring (40), anak dari Ismail Sembiring.

Dikatakan Veriawan, selain ikut anggota KPPS, ayahnya juga seorang Ketua Rukun Tetangga (RT), di tempat tinggal mereka.

"Sebelum meninggal, bapak sempat merasa kecapean. Katanya baru pulang rapat di Kantor Lurah, Senin (29/4/2019) malam. Kami bawak la bapak ke rumah sakit Tiara," ungkapnya.

Semasa hidupnya menjadi Ketua RT, Ismail dikenal baik oleh para tetangganya. "Makanya tadi tetangga banyak yang gak menyangka, bapak meninggal. Rameh lah tadi tetangga datang melayat. Bapak juga suka membantu menguruskan membuat KTP dan suray-surat lainnya, bang," ucap Veriawan mengenang kebaikan ayahnya.

Rumah duka ramai dikunjungi pelayat. (foto/hza)

Sebelum kepergian ayahnya, Veriawan sempat memijat-mijat kaki ayahnya dan membawanya ke rumah sakit. "Sudah datang juga tadi orang dari KPU kemari, sama pak lurah juga berbicara tadi," ujarnya.

Sekadar diketahui, tiga hari yang lalu. Wilmen Butar-butar (61), Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Sukadame, Kecamatan Siantar Utara, meninggal pada, Sabtu (27/4/2019), lalu.

Adik Alm Wilmen, Binsar Butar-butar (60), menyampaikan, selain menjadi ketua KPPS, abangnya juga pensiunan guru di SMPN 8 Siantar.

"Abang kami itu memamg memiliki riwayat penyakit jantung, bahkan jantungnya dipasang ring," ujarnya, di rumah duka.

Jelas Binsar, sebelum kepergian abangnya, dirinya sudah mengingatkan untuk tidak bertugas di KPPS, lantaran itu pekerjaan yang berat dan menguras tenaga dan pikiran.

Baca juga: Kelelahan, Ketua KPPS TPS 12 Kelurahan Sukadame Meninggal Dunia

"Suda saya bilang jugak jangan pegang itu. Repot kali semalam memang orang itu. Lebih 24 jam mereka berja. Karena jam 06.00 WIB, sudah stay, bahkan besoknya sampai jam 05.00 WIB, pagi," ungkapnya.

"Memang kecapean lah abang kami itu. Wajahnya tampak kecapaian memang. Semangat dia bertugas di KPPS, kalau wajah kecapeankan tidak bisa dihilangkan,"pungkasnya.

Penulis: hza. Editor: gun.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!