HETANEWS

Mendag: Daerah Harus Meningkatkan Ekspor Non Migas dalam Sektor Unggulan

Melly Anggraini, Kasubag Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan. (Foto/Ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag), di tahun 2019 ini, mengemban amanat untuk meningkatkan kinerja ekspor, khususnya sektor non migas.

Pada tahun lalu (2018), perolehan ini tidak atau belum  tercapai, ucap Melly Anggraini, Kasubag Fasilitasi Ekspor dan Impor Kementerian Perdagangan. 

Menurutnya, yang tercapai  hanya 6,7 persen. Oleh sebab itu, kita harus ekstra kerja keras untuk meningkatkan ekspor khususnya non migas, bukan migas, katanya. 

Hal itu disampaikannya dalam acara penandatanganan MoU dengan ASA Group of Companies of Malaysia,  dalam rangka peningkatan kargo dan penumpang, di Pelabuhan Terminal Teluk Nibung, Tanjungbalai, Sumut, Selasa (30/4/2019). 

Pelabuhan penumpang ferry internasional Teluk Nibung yang termegah dengan belanja Rp 34 Milyar dari anggaran murni Pelindo Pusat.  (Foto/Ferry)

Melly mengatakan, ada beberapa langkah yang akan dilakukan pemerintah, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Yang pertama, yakni  prioritas sektor komoditas unggulan. 

Baca juga: Wali Kota Tanjungbalai: Jangan Persulit Ekspor Import dari Pelabuhan Teluk Nibung

Jadi daerah daerah dan provinsi di Indonesia, seharusnya fokus pada komoditas sektor keunggulannya yang kemudian bisa diekspor. Seperti sektornya terkait industri four point zero (4.0). Kita juga perlu meningkatkan diplomasi ekonomi dan peningkatan akses dengan pihak lainnya, paparnya. 

Turut hadir dalam acara tersebut, pihak Pelindo, perwakilan dari Forkopimda (perwakilan Polres Tanjungbalai, TNI AL,  TNI -AD ,Kejaksaan, Imigrasi), para Kepala Dinas dan stakeholder. 

Penulis: ferry. Editor: gun.