HETANEWS

Pria yang Mengaku Youtuber Paling Tenang dan Gembira di Muka Bumi Ini Ditangkap karena Sebar Hoax

Samiun Ahmad (50) memakai baju tahanan tampak tertunduk lesu saat digiring penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, Kota Makassar, Senin (29/4/2019).

Sulsel, hetanews.com - Samiun Ahmad (50), tampak tertunduk lesu saat digiring penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel, menuju loby Mapolda Sulsel, di Jalan Perintis Kemerdekaan KM 16, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (29/4/2019).

Pria yang beralamat di Tompo Balang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa itu, diamankan personel Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, pada Minggu (28/4/2019) kemarin.

Karyawan swasta tersebut diamankan polisi, gegara diduga terlibat dalam penyebaran video yang memuat pesan, yang dapat menimbulkan ujaran kebencian, atau permusuhan terhadap suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, penangkapan Samiun berawal dari patroli cyber yang dilakukan personel Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, pada Jumat (26/4/2019) lalu.

Saat itu, polisi menemukan sebuah video yang diunggah akun instagram @reaksirakyat1, yang diduga memuat pesan ujaran kebencian dan permusuhan terhadap SARA.

Dalam video tersebut, seorang pria yang tengah mengendarai mobil, mengatakan skenario terburuk pada 22 Mei mendatang, bakal terjadi huru hara atau kerusuhan.

Pasalnya, kata pria dalam video tersebut, KPU RI bakal mengumumkan hasil Pilpres, yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan pasangan nomor urut 02, yakni Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Video tersebut telah menimbulkan keresahan di masyarakat sejak diunggah ke media sosial, sehingga personel Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel melakukan penyelidikan," kata Kombes Pol Dicky Sondani, di Mapolda Sulsel, Senin siang.

Hasil penyelidikan, kata Dicky, akun instagram tersebut merupakan akun fake atau palsu.

Tak berhenti sampai di situ, polisi terus melakukan penyelidikan, hingga berhasil mengetahui identitas pria berkacamata yang telah meresahkan masyarakat tersebut.

"Pria ini kami tangkap di Gowa, pada Minggu (28/4/2019) kemarin, sekitar pukul 11.00 Wita. Setelah itu, kami bawa ke Mapolda Sulsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 itu menambahkan, selain provokasi bakal terjadi kerusuhan, Samiun dalam video tersebut berusaha membenturkan TNI-Polri.

"Ini sangat berbahaya, makanya kami minta masyarakat jangan mudah terprovokasi, dan tetap menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif," tutur Dicky.

Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan mengatakan penangkapan Samiun Ahmad murni penegakan hukum.

Apalagi kata Yudhiawan, pihaknya telah menyelidiki dan memeriksa sejumlah saksi.

"Hasil penyelidikan kami, video tersebut bermuatan provokasi. Video tersebut juga berkaitan dengan pasal yang kami sangkakan, termasuk keterangan ahli. Jadi ini tidak serta merta kami proses," ujar Yudhiawan.

Polda Sulsel kata dia, masih terus melakukan pendalaman atas kasus tersebut, termasuk mencari tahu pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penyebaran video itu.

Setelah Polda Sulsel merilis penangkapan Samiun Ahmad oleh personel Subdit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulsel, video dugaan ujaran kebencian dan provokasi Samiun di akun instagram @reaksirakyat1 itu pun telah dihapus.

Sebar Isu Kerusuhan 22 Mei Mendatang, Begini Kronologi Penangkapan Warga Gowa oleh Polda Sulsel
Samiun Ahmad (50) diringkus Polda Sulsel.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.