HETANEWS

Dua Pencuri dan Pemalsu STNK Dituntut Bervariasi

Keempat terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Dua terdakwa pencuri mobil dan terdakwa lainnya, sebagai orang yang menyuruh, juga memalsukan STNK mobil, dituntut bervariasi, di PN Simalungun, Senin (29/4/2019).

Dedi Wahyudi Lubis alias Bror (40), warga jalan Seram, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat, merupakan residivis, bersama terdakwa Darwan Harahap Purba Tondang (42), warga jalan Gurilla, kecamatan Sitalasari, kota Siantar, masing-masing dituntut 3 tahun.        

Keduanya, dinyatakan sebagai pencuri mobil Terios, dipersalahkan melanggar pasal 363 (1) ke-4 Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Sedangkan orang yang menyuruhnya, terdakwa Rimedi Girsang (36), warga jalan Melanthon Siregar, pemilik usaha fotocopy dan studionya photo, dituntut 5 tahun.

Dipersalahkan melanggar pasal 363 (1) ke-4 dan pasal 266 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.        

Pencurian dan pemalsuan STNK mobil Terios BK 2617 TU jadi 1176 TW bermula ketika terdakwa Rimedi, menerima gadaian mobil Terios dari Pratiwi.

Lalu, mobil tersebut dijual kepada Tima Saragih, melalui terdakwa Henris Pandapotan Purba (40), warga komplek Setia Budi Makmur, diancam 8 bulan penjara, karena melakukan pemalsuan saja, pasal 266.        

Tapi terdakwa Henris, meminta agar terdakwa Rimedi, mengganti identitas mobil atau memalsukan STNK.

Lalu STNK dirubah atas nama Tima Saragih melalui calo M Rusli seharga Rp.3 juta.        

Setelah diperiksa petugas, diketahui, jika STNK yang telah dipalsukan adalah milik Daihatsu Zebra (angkutan CV.Japaris). Lalu mobil Terios tersebut dicuri kedua terdakwa Dedi dan Darwan atas perintah Rimedi, dengan memberikan upah kepada keduanya.        

Mengetahui mobil diparkir, di Dusun Barung, Nagori Purba, berdasarkan aplikasi GPS. Lalu Rimedi bersama Dedi dan Darwan mengambil mobil itu, karena kunci ada pada terdakwa Rimedi.         

Untuk mengelabui agar tidak ketahuan, Dedi dan Darwan, disuruh mengganti plat mobil. Atas tuntutan terebut, para terdakwa memohon kepada majelis hakim, agar hukumannya diringankan.           

Untuk mempertimbangkan tuntutan dan juga permohonan para terdakwa, majelis hakim, Novarina Manurung SH, Aries Ginting SH dan Hendrawan Nainggolan SH, menunda persidangan hingga sepeka . "Untuk putusan, sidang ditunda seminggu,"kata Nova.

Penulis: ay. Editor: gun.