HETANEWS

Sindikat Pengedar Sabu Diancam 9 & 7 Tahun Bui

Salah satu terdakwa berdiri saat minta keringanan hukuman usai diancam 9-7 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Empat terdakwa menjadi sindikat beredarnya narkotika jenis sabu. Ke-4 terdakwa, Rudi Gultom (44), penduduk Kelurahan Setia Negara, Kota Siantar, Rusli (31), warga jalan Setia Huta V Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Edy Restu Tito Damanik alias Kirun (36), warga yang sama dengan Rusli. Juga terdakwa Hartono (38), seorang montir yang tinggal di jalan Cempaka Siantar Barat.       

Jaksa Barry Sugiharto SH, menuntut Rudi Gultom selama 9 tahun, dipersalahkan melanggar pasal 112 (2) UU RI No 35/2009.

Tiga terdakwa lainnya, masing-masing dituntut 7 tahun penjara. Dengan denda yang sama, yaitu Rp.1 milyar, subsider 3 bulan penjara, dikurangi masa tahanan sementara yang telah dijalani.

Ketiga terdakwa, dipersalahkan jaksa melanggar pasal 114 (1) Jo pasal 132 (1) UU RI No 35/2009.         

Ancaman hukuman itu, dibacakan jaksa dalam persidangan, Senin (29/4/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.  Didampingi pengacara, Antoni Sumihar Purba SH, keempat terdakwa minta agar hakim meringankan hukumannya           

Tertangkapnya ke-4 terdakwa, setelah anggota Satnarkoba Polres Simalungun, berhasil menangkap Rusli, di rumahnya. Dengan barang bukti, 3 paket ganja dan sepaket sabu seharga Rp.500 ribu dari dalam kotak rokok sempurna kecil.         

Berdasarkan pengakuan Rusli, 3 bungkus ganja dibeli dari Roji (DPO) seharga Rp.20 ribu. Sedangkan sabu dibeli dari Kirun seharga Rp.500 ribu. Petugaspun membawa Rusli mencari Kirun.         

Kirun ditangkap bersama Hartono, di Simpang Rami, jalan Medan, Kecamatan Siantar Martoba, dengan barang bukti 0,38 sabu. Kirun membenarkan ada menjual sabu kepada Rusli. Sabu tersebut dibeli dari Rudi Gultom melalui Hartono di dekat jembatan jalan Handayani Siantar.         

Polres Simalungun, berhasil menangkap Rudi Gultom di rumah Juita br Gultom, Kecamatan Siantar Sitalasari. Barang bukti yang disita dari Rudi sebanyak 8,78 gram sabu, uang Rp.485 ribu, timbangan digital, hp Samsung lipat warna putih.         

Sabu sebanyak itu, diakui dibeli dari Edy Rahmat (DPO) seharga Rp.8.500.000 sebanyak 10 gram.

Terdakwa Rudi juga membenarkan, ada menjual sabu kepada Kirun dan Hartono yang mengambilnya.        

Roziyanti SH, selaku hakim ketua majelis didampingi dua hakim anggota, Nasfi Firdaus SH MH dan Justiar Ronald SH, menunda persidangan hingga Senin mendatang untuk pembacaan putusan.

Penulis: ay. Editor: gun.