HETANEWS

Ada Penolakan dari Saksi Parpol, Rekapitulasi Suara di Aula KPU Tanjungbalai Ditunda

Situasi rapat pleno di KPU Tanjungbalai yang ‘dihujani’ interupsi. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews.com - Rekapitulasi suara hasil Pemilu serentak 2019, yang digelar di Aula Kantor KPU Tanjungbalai, Minggu (28/4/2019)  pagi, terpaksa diskor atau ditunda esok hari.

Masalahnya, rapat pleno yang sempat  berlangsung dan dibuka oleh Luhut Parlinggoman Siahaan tersebut, terpaksa diskor sekitar pukul 11.30 WIB, karena banyaknya interupsi dari beberapa saksi parpol yang keberatan berlangsungnya rapat pleno tersebut.

Alasan keberatan mereka (saksi parpol,red), diantaranya, banyak saksi yang belum menerima formulir DAA1 dari PPK dan sebagian lagi, baru menerima formulir DAA1 pagi ini dari PPK Datuk Bandar Timur.

Selain itu, para saksi ini juga keberatan rapat  dilaksanakan di Aula Kantor KPU, di jalan Sudirman Tanjungbalai, karena ruangannya yang terlalu sempit dan tidak nyaman. Sehingga tidak cukup ruang gerak dan terkesan pengap.

Komisioner KPU Tanjungbalai. (foto/ferry)

Menanggapi keluhan saksi parpol tersebut, Ketua KPU, Luhut Parlinggoman Siahaa,n akhirnya memutuskan untuk menunda rapat dan dilanjutkan esok (Selasa, 29/4/2019),  di Aula Ayola Singgie Hotel, Jalan Cokro Aminoto, Kelurahan Tanjungbalai Kota II, Kecamatan Tanjungbalai Selatan dan rapat dimulai pukul 09.00 WIB.

Luhut menolak dikatakan  belum siap dalam melaksanakan  rapat ini. Bagaimana bisa dikatakan kita tidak siap?  Sementara dalam rapat tadi, banyak interupsi, hanya soal tempat atau lokasi saja, ujarnya.

Kalau masalah lokasi (Aula KPU) yang kecil dan tidak nyaman,  Luhut menyampaikan, bahwa pihaknya tidak menyangka antusias warga yang hadir  untuk mengikuti proses rekapitulasi suara ini. Sehingga ruangan Aula tidak bisa menampung kapasitas masyarakat yang mengikuti proses rapat tersebut, katanya.

Soal formulir DAA1 yang terlambat diterima oleh saksi parpol dari PPK Datuk Bandar Timur,  dia mengakui hal itu dan tidak semestinya menjadi persoalan besar, hingga rekapitulasi ditunda ke lokasi lain.
“Kotak surat suara aja belum sempat dibuka untuk direkap atau dihitung. Interupsi yang diajukan saksi parpol tadi hanya masalah teknis saja, “jelas Luhut.

Forkopimda Tanjungbalai yang hadir. (foto/ferry)

Sementara itu, dalam hal pengamanan rapat pleno tingkat KPU nanti yang lokasinya telah bergeser ke sebuah Hotel di Tanjungbalai, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai, angkat bicara.

"Kita siap melakukan pengamanan hasil pemilu dimanapun tempatnya. Kami siap menerjunkan seluruh pasukan dalam pengamanan rekapitulasi ini nantinya," sebut Kapolres.

Dalam pengamanan di Aula Hotel ini,  pihaknya telah membuat kebijakan dalam segi pengamanan, yakni akses masuk dan keluar hanya diperuntukkan satu pintu  dalam ballroom, ungkapnya.

Penulis: ferry. Editor: gun.