HETANEWS

Longsor dan Banjir Setinggi 5 Meter Terjang Bengkulu, 10 Orang Tewas dan Puluhan Korban Hilang

TNI AL di Bengkulu megevakuasi warga terjebak banjir. (foto/ist)

Bengkulu, hetanews.com - Hujan deras menerpa Bengkulu sejak dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di 8 kabupaten dan 1 kota di daerah itu rusak berat, Sabtu (27/4/2019).

Terdapat 8 kabupaten di Provinsi Bengkulu yang mengalami dampak buruk dan kerusakan fasilitas umum.

Delapan kabupaten itu yakni Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Rejang Lebong dan  Kota Bengkulu.

Dalam rilis dari Humas Pemprov Bengkulu disampaikan, kerusakan meliputi Kabupaten Kaur, dimana  ruas jalan Padang Leban menuju Desa Air Kering putus total. Sementara, ruas Mentiring menuju Kecamatan Kinal box culvert terputus.

Sementara di Kabupaten Bengkulu Selatan kerusakan meliputi, ruas jalan Simpang Kelutum Simpang III Kelutum menuju simpang Pino, longsor di Desa Pagar Gading jalan nasional di Simpang III Rukis menuju Kaur, oprit jembatan Sungai Air Manna terputus.

Jembatan belly Air Manna menuju Sibilo terputus dan ruas Jalan Manggul menuju Pasar Bawah terendam banjir.

Sedangkan di Kota Bengkulu banjir menerjang Kelurahan Tanjung Jaya, Tanjung Agung, Suka Merindu, Bentiring, Pasar Bengkulu, Nakau, Rawa Makmur, dan Kembang Seri.

Selanjutnya, di Kabupaten Bengkulu Tengah kerusakan terjadi di jalan ruas Desa Lubuk Durian menuju Desa Lubuk Sini, longsor terjadi di Desa Batu Beriang, Lubuk Pandan.

Longsor juga terjadi di Ruas Kelindang Susup. Jalan amblas di Desa Lubuk Unen, Desa Bajak, dan Dusun Jambu. Sementara longsor juga menerjang luas jalan nasional di KM 34 terdapat di tiga titik.

Di Bengkulu Tengah, terdapat jembatan di Desa Taba Terunjum terendam banjir, jembatan Pagar Jati, oprit terputus.

Sementara di Bengkulu Utara, terdapat jembatan putus di Desa Tanjung Agung Palik, di Gunung Selan menuju Kura Tidur, oprit jembatan terputus. Jembatan amblas juga terjadi di Desa Air Talang Pandan-Kerkap Lais.

Sementara jalan kabupaten tak dapat dilintasi dari Lais menuju Argamakmur. Irigasi air Desa Palik, Desa Aur Gading Tertimbun.

Di Kabupaten Kepahiang terdapat dua jembatan terendam banjir di Desa Tebat Monok. Terakhir, di Kabupaten Rejang Lebong, jalan putus terjadi di Desa Tabarena.

Ruas jalan Beringin 3 menuju Desa Bengko terjadi jalan amblas di tiga titik. Terjadi juga longsor di ruas Jalan Curup menuju Desa Air Dingin, Rejang lebong.

Dua Anak Tewas Dalam Banjir

Terdapat dua anak korban jiwa di Kota Bengkulu yakni Mikel Saputra (11) dan Andika Saputra (12).

Camat Ratu Agung Kota Bengkulu Subhan Gusti Hendri mengatakan, untuk saat ini tercatat 2 warga menjadi korban jiwa.

"Informasi diterima, ada 5 orang dinyatakan hilang terseret arus banjir, 3 orang ditemukan selamat, 2 orang meninggal dunia," sebut Subhan.

Atas kejadian ini, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta semua pihak untuk dapat membantu tindakan pengerahan alat berat dari semua pihak termasuk swasta.

"Saya imbau jajaran pemerintah, instansi vertikal, SAR, Tagana, PU dan semuanya. Saat ini kami mengalami kondisi ekstrim akibat banjir dan longsor. Sejumlah jembatan dan jalan yang tidak berfungsi. Saya berharap semua pihak termasuk pelaku usaha, perusahaan tambang, perkebunan untuk membantu mobilisasi alat berat di semua posisi penjuru Bengkulu agar lonsor dapat diatasi," kata Rohidin Mersyah.

Ia juga menyatakan melakukan tindakan darurat pada wilayah yang jembatan dan jalan rusak agar melakukan upaya perhitungan teknis agar jembatan dan jalan dapat difungsikan.

Ia memerintahkan Dinas Sosial dan rumah sakit segera membuka posko dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu terkait berapa jumlah korban jiwa dan kerugian material, akibat bencana banjir dan longsor yang menerjang Provinsi Bengkulu.

Korban Jiwa Bertambah

Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar belum menjawab konfirmasi yang dilakukan lewat telepon.

Sampai saat ini, banjir masih menerjang Bengkulu. Di sejumlah tempat, antrean puluhan kilometer kendaraan bermotor dan mobil terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Rusdi Bakar menyampaikan, terdapat 10 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Bengkulu. Kemudian, 8 orang dinyatakan hilang dan 2 orang luka berat.

"Selain itu terdapat 12 ribu orang mengungsi, 3.880 warga terdampak bencana. Terdapat 84 rumah rusak, 4 unit fasilitas pendidikan, 40 titik infrastruktur dengan total estimasi kerugian Rp 138 miliar," tulis Rusdi Bakar dalam laporannya, Minggu (29/4/2019).

Pemprov Bengkulu dibantu dengan sejumlah organisasi kebencanaan hingga saat ini terus bekerja di lapangan baik melakukan evakuasi, mendirikan dapur umum, hingga distribusi kebutuhan para pengungsi.

Sementara kebutuhan para pengungsi menurut BPBD yakni tenda pengungsi, perahu karet, selimut, makanan siap saji, air bersih, peralatan bayi, hingga lampu darurat.

Kendala yang ditemukan yakni sulitnya menjangkau sejumlah lokasi karena akses yang terputus.

Selain itu sukit koordinasi dengan sejumlah pihak karena terputusnya aliran listrik dan titik lokasi banjir maupun longsor banyak tersebar. Terbatasnya pendanaan yang dimiliki juga menjadi kendala.

BPBD Provinsi Bengkulu juga mendorong agar masing-masing kepala daerah yang terdampak dapat menetapkan status darudat bencana di daerahnya masing-masing.

Hujan deras menerpa Bengkulu sejak dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah fasilitas umum di 8 kabupaten dan 1 kota di daerah itu rusak berat, Sabtu (27/4/2019).

Terdapat 8 kabupaten di Provinsi Bengkulu mengalami dampak buruk dan kerusakan fasilitas umum.

Sebanyak 8 kabupaten itu yakni, Kaur, Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Rejang Lebong dan 1 Kota Bengkulu.

Kondisi saat ini di sejumlah wilayah masih terjadi banjir yang bervariasi dengan tinggi berkisar 1 meter hingga 5 meter lebih.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.