HETANEWS

Menangis di Hadapan Hotman Paris, Warga Medan Ini Mengaku Diteror Preman Dengan Ular

Warga Medan, Juli Simatupang bertemu Hotman Paris di Kedai Kopi Joni, Jakarta.  (foto/instagram)

Jakarta, hetanews.com - Pengacara Hotman Paris Hutapea menerima aduan dari seorang wanita asal Medan yang mengaku didatangi preman hingga diteror dengan ular.

Lantaran kasus itu hingga kini tak kunjung ditindaklanjuti aparat, wanita bernama Tiur Wahyuni Julianti Simatupang itu mengadu sambil menangis dan mencium tangan Hotman Paris.

Laporan Tiur itu diunggah melalui Instagram @hotmanparisofficial, Minggu (28/4/2019).

Dalam unggahan pertama, tampak Tiur sudah menangis sesenggukan di hadapan Hotman Paris di Kopi Johny.

Hotman Paris pun menyebut Kapolrestabes Medan dan Kapolda Sumatra Utara yang harusnya ikut andil dalam kasus tersebut.

"Halo Bapak Kapolrestabes Kota Medan, dan juga Kapolda Sumatra Utara, ini wargamu datang ke Kopi Johny Jakarta bernama Tiur Wahyuni Julianti Simatupang," kata Hotman Paris.

Tiur dengan membawa segala berkasnya mengaku sudah melaporkan teror dari preman ke Polda Sumatra Utara dan dialihkan ke Polrestabes Medan.

Laporan Tiur hingga kini tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian, sementara teror preman itu terus dialaminya.

"Dia membuat laporan polisi yang semula di Polda yang sekarang sudah dialihkan ke Polrestabes."

"Tolong bapak, ini katanya laporan polisinya mengendap. Dia didatangi preman, hartanya diambil, dimasukkan ular ya? Apalagi?" ujar Hotman Paris.

"Dibongkar rumah, diputus airnya," jawab Tiur di sela isak tangisnya.

"Ini Tiur Wahyuni Julianti Simatupang sebagai pelapor," kata Hotman Paris sambil membaca berkas di hadapannya.

Di video kedua, tangisan Tiur semakin menjadi-jadi hingga ia mencium tangan Hotman Paris sambil menangis.

"Bapak Kapolrestabes Medan, lihatlah nangisnya wanita ini. Bapak Kapolrestabes Medan, lihat tangisan wargamu ini. Bapak Kapolda Sumatra Utara," ucap Hotman Paris.

Hotman Paris mempertanyakan peran kepolisian yang seolah tidak bertindak untuk menangani kasus Tiur.

"Tangisan seorang wanita bernama Tiur Wahyuni Julianti Simatupang. Kami tidak menuduh siapa yang salah, tapi laporannya ini sudah mandek sekian lama," kata Hotman Paris.

Sejak peristiwa teror dilaporkan, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak kepolisian setempat.

"Katanya rumahnya didatangi preman dimasukkan ular, dibongkar, sudah ada laporan pencurian tapi tidak ada kemajuan," kata Hotman Paris.

"Bapak-bapak yang terhormat di Medan tolong segera ditangani ini, terima kasih," pungkasnya.


 

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.