HETANEWS

Malam Puncak HUT Siantar ke-148 Tanpa Walikota, Wakil Walikota dan Kapolres Berhasil Bius Warga Lewat Lagu Ini

Wakil Wali Kota Siantar Togar Sitorus dan Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu berkolaborasi di atas panggung dalam perayaan HUT Siantar Ke 148. (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Malam puncak pesta hari jadi Kota Siantar ke 148 berpusat di Lapangan H Adam Malik, berlangsung ramai kendati tanpa kehadiran Walikota Hefriansyah Noor, Sabtu malam (27/4/2019).

Pesta rakyat tersebut tampak tetap meriah dengan adanya hiburan musik band-band lokal. Terlebih saat Wakil Walikota Togar Sitorus dan Kapolres AKBP Heribertus Ompusunggu berkolaborasi menyanyi diatas panggung. Turut hadir dalam acara Kepala BNNK Siantar AKBP S Sinuhaji.

Togar dan Heribertus berhasil membius masyarakat lewat lagu berjudul "Rumah Kita" yang dipopulerkan oleh grup musik God Bless.

HUT Siantar ramai dihadiri masyarakat. (foto/hza)
Salah seorang warga sempat diwawancarai hetanews berharap di hari jadi berikutnya pemerintah mampu membuat acara lebih baik lagi.

Seperti dikatakan Janes Boang Manalu. Ia menyampaikan, diacara ulang tahun Kota Siantar saat ini sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Ulang tahun Kota Siantar kali ini, sama seperti sebelumnya, Ya. Seharusnya, Pemko Siantar memiliki inovatif dan gagasan baru untuk memeriahkan ulang tahun siantar, tidak hanya dengan hiburan saja," ujarnya.

Ia menyampaikan perayaan ulang tahun kiranya diartikan sebagai pengingat memperbaiki segala kekurangan dan mempertahankan kemajuan kota itu, bukan hanya untuk perayaan seremonial yang sifatnya sementara. Ia mendorong agar Walikota memiliki gagasan-gagasan baru dalam momentum hari jadi.

"Walikota harus punya gerakan untuk perubahan atau merubah mindset tidak harus hiburan. Seharusnya Walikota itu memiliki gagasan baru agar nantinya kota ini tidak menjadi kota vakum," ujarnya seraya menyampaikan, Kota Siantar ramai pada saat di hari libur dan ketika ada acara saja.

Penulis: hza. Editor: bt.
Komentar 1
  • Edi Damanik
    Walikota tidak hadir, karena beliau tidak cinta kota tsb, tapi jabatan, beliau lupa pada kearifan lokal simalungun, kurang rasa memiliki, Pematang Siantar kehilangan identitas lokal