HETANEWS.COM

Kota Siantar Butuh Tempat Bermain Anak dan Keluarga

Seorang anak asik mewarnai gambar dengan kuas di trotoar lapanga H. Adam Malik Kota Siantat, Sabtu 27 April 2019.

Siantar hetanews.com - Di HUT Kota Siantar Ke-148, Pemko Siantar sudah saatnya memikirkan tempat bermain bagi anak dan keluarga.

Hal itu terlihat dari beberapa bulan terakhir ini, keluarga yang memiliki anak berusia 5-10 tahun sulit menemukan tempat bermain yang ramah bagi Anak. 

Karena ketidak tersedian tempat, mereka hanya memakai jasa permainan anak yang sering ditemui di kawasan Lapangan Adam Malik dan Lapangan Merdeka, Kota Siantar. 

"Kalau akhir pekan seperti ini, kadang bawa anak anak naik odong odong aja, karena ga tau lagi mau dibawa kemana," ujar Tia (28) ditemui saat menyaksikan puncak perayaan HUT Kota Siantar Ke-148 di Lapangan Adam Malik, Sabtu (27/4/2019).

Ibu dua orang anak ini, bersama suaminya selalu punya kesempatan untuk bermain bersama dua orang anaknya di akhir pekan. 

Hanya saja, kata Tia, di Kota Siantar saat ini belum ada tempat yang disediakan Pemko Siantar untuk sarana bermain anak dan keluarga.

Sarana bermain ke lapangan Merdeka ataupun di lapangan Adam Malik, yang letaknya berada di inti kota, dinilai belum cukup nyaman bagi Anak.

"Menurut saya belum layak, karena sarananya untuk bermain dan tempatnya juga belum memadai. Nah inilah, karena ada odong-odong aja makanya kemari," ungkapnya.

Dalam perayaan HUT Siantar ini,  Ibu dua orang anak ini berharap Pemko Siantar dapat menyediakan tempat yang ramah bagi anak dan Keluarga.

"Kalau bisa pemerintah memikirkan bagaimana membuat tempat khusus bermain anak. Karena anak anak ini kan generasi yang harus dijaga dari kecil, kasihan kalau tempat mereka aja gak ada," pungkas ibu dua orang ini.

Sekedar diketahui, pada November 2018 silam, Kepala Bidang Perlindungan Anak (Kabid PA), Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Siantar, Sri Bulan Barus, tak meyakini Kota Siantar mampu sebagai tempat yang ramah untuk anak. 

Menurut Sri, pihaknya sudah melakukan sosialisasi juga monitoring dan suvervisi di 8 Kecamatan serta 53 kelurahan, untuk meninjau lingkungan yang ramah untuk anak. Namun hasilnya belum ada lingkungan yang ramah anak di Siantar.

"Kami sudah melakukan suvervisi dan monitoring untuk kelurahan layak anak, artinya, apakah kelurahan itu layak untuk tempat tinggal anak," katanya seraya menambahkan, Siantar kota anak masih jauh dari fakta dilapangan.

Penulis: gee. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!