HETANEWS

Kendaraan Leluasa Parkir di Bahu Jalan, Ruas Jalan Merdeka jadi Macet

Tampak puluhan sepeda motor dan mobil, terparkir di bahu Jalan Merdeka depan Gedung Balai Kota Siantar, Sabtu (27/4/2019). (foto/hza)

Siantar, hetanews.com - Plang larangan parkir yang berada tepat di depan gedung Balai Kota Siantar, hilang dan sudah ada tiga bulan lamanya, sejak Rabu (23/1/2019) lalu, hingga saat ini, Sabtu (27/4/2019).

Pasca hilangnya plang larangan parker, di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamaran Siantar Barat itu, kendaraan roda dua hingga roda empat jadi leluasa parker hingga mengakibatkan jalan mengecil dan ujungnya membuat macet.

Kejadian hilangnya plang parkir tersebut, bukan kali ini saja terjadi, bahkan hal serupa dan telah dua kali terjadi di Kota Siantar. Pertama di Jalan di kawasan Lapangan Merdekeka, Jalan WR Supratman, Kelurahan Proklamasi, di Tahun 2018 dan kini di Jalan Merdeka, terjadi pada Rabu (23/1/2019), lalu.

Sebelum hilangnya plang larangan parkir di Jalan WR Supratman, diduga ada kesengajaan yang mana semula diketahui larangan parkir mulai pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB. Lalu diganti, dari pukul 07.00 WIB, hingga pukul 18.00 WIB. Namun saat ini, bahu jalan Merdeka dan jalan WR Supratman telah jadi lokasi parkir hingga saat ini.

Seorang jukir yang ditemui, beberapa waktu lalu, menyampaikan, ada tiga orang pria menjaga parkir dan koordinator yang akan mengutip retribusi parkir.

"Setiap tukang parkir berbeda setorannya. Kalau hari biasa gak mahal setorannya, hari libur baru mahal," ujarnya ketika ditemui.

Disebutkan tukang parkir tersebut, Sabirin lah nama koordinator yang mengutip uang setoran parkir. "Ya ke-Dishub (Dinas Perhubungan) lah disetor. Koordinator pakir disini orang kita Jawa, Sabirin datang ngutip jam 08.00 WIB," ucapnya.

Tampak patahan plang parkir di Jalan Merdeka, Kelurahan Proklamasi, Kecamatan Siantar Barat, depan Gedung Balai Kota Pematangsiantar. (foto/hza)

Kasat Lantas Polres Siantar, AKP Septian Dwi Rianto yang dihubungi hetanews.com, soal parkir bahu jalan Merdeka sebagai lokasi parkir menanggapi serius hal tersebut. Bahkan, pihaknya akan bertindak memberikan tindakan.

"Kalau melanggar rambu dan dapat menyebabkan kemacetan serta menimbulkan kerawanan laka lantas, pasti akan kami berikan tindakan berupa teguran maupun tilang," ungkap AKP Septian, Sabtu (27/4/2019) sore.

Disinggung, adakah pihaknya menerima salinan dari Dinas Perhubunga terkait titik atau spot parkir di Kota Siantar? AKP Septian mengatakan, tidak pernah, bahkan, pihaknya tidak mengetahui titik parkir di Siantar.

"Selama ini kami belum ada mas salinan titik atau spot parkir yang diperbolehkan," pungkasnya kepada hetanews.com saat dihubungi.

Sekadar diketahui, saat masih baru hilangnya plang larangan parkir di Jalan Merdeka, Kota Siantar dan kala itu Kepala Bidang (Kabit) Perparkiran Dinas Perhubungan, Moslem Sihotang, yang dikonfirmasi tak berkata banyak soal hilangnya plang larangan parkir tersebut.

"Hilang.... Ya mungkin ada tangan-tangan yang jahil yang apa," katanya ketika dihubungi, beberapa waktu lalu.

Saat itu juga, Moslem Sihotang mengatakan, kalau hilangnya plang parkir diakibatkan oleh tangan-tangan jahil dan akan menyuruh anggota untuk mengecek langsung.

"Nanti saya suruh anggota saya ngecek. Cemana mau kita bilang, dicuri atau gimana," pungkasnya.

Hingga kini, belum ada perbaikan plang larangan parkir yang hilang itu diganti. Apakah kawasan jalan Merdeka depan gedung Balai Kota Siantar menjadi lokasi atau tempat parkir? Bahkan, sejauh ini belum ada kejelasan dari pihak terkait hal itu.

Penulis: hza. Editor: gun.