Tebingtinggi, hetanews.com - KPU Kota Tebingtinggi,  mengadakan pemungutan suara ulang (PSU), di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sabtu (27/4/2019), sekitar pukul 06.30 WIB, di halaman BPU/Wisma Mangampu Tua Tebingtinggi.

"TPS ini (TPS 15,red) harus gelar PSU, lantaran adanya laporan dari panwas  pemilih yang tidak mengurus formulir A5 atau pindah memilih di TPS 15  tetapi tetap diperbolehkan menyalurkan hak suara pada 17 April lalu," kata Emil Sofyan, Sekretaris KPU setempat.

Dia menyebutkan, sebanyak 3 pemilih yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap tambahan (DPT/DPTb) yang menyalurkan hak suaranya, hanya dengan menggunakan KTP elektronik.

"Hal ini disebabkan, karena maraknya berita bohong (hoaks) yang beredar, bahwa masyarakat boleh memilih hanya dengan KTP saja, padahal ada aturannya," ujarnya.

Emil Sofyan, Sekretaris KPU Kota Tebingtinggi, Sabtu (27/4/2019). (foto/wh)

Menurutnya, kalau mereka yang terdaftar di DPTb juga harus menunjukkan formulir A5 kalau dia tidak memilih didomisinya. Atau bisa memilih hanya menggunakan KTP saja jika ia memilih di domisilinya.

"Sementara kejadian di lapangan mereka (pemilih) berasal dari luar Kota Tebingtinggi,"sebutnya.

Emil menyebutkan, jumlah DPT di TPS 15 Kelurahan Durian, berjumlah 190 orang yang terdiri dari Laki - laki 82 orang dan perempuan 108 orang.

"Untuk mengantisipasi kejadian serupa tidak terulang lagi, KPU Kota Tebingtinggi akan monitoring langsung di lapangan hingga selesai," imbuhnya.

Pihaknya akan mengawal pemilihan ulang dengan hati-hati, tertib dan sesuai aturan, sehingga tidak terjadi lagi kesalahan dalam pemilu tersebut.

Ia berharap, Bawaslu dan pengawas lainnya lebih memperhatikan pemilihan ulang tersebut, sehingga berjalan sesuai aturan,"tutupnya.