HETANEWS

Di Hadapan Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, Syahrial Sebut Tanjungbalai Miniatur Sumatera Utara

Ketua Pengadilan Tinggi Sumut mendapat kenangan kain Batik Kito dari Wali Kota Tanjungbalai. (foto/ferry)

Tanjungbalai, hetanews. com - Kenapa Kota Tanjungbalai, dikatakan sebagai miniatur Sumatera Utara? Karena disini lengkap semua, baik itu keanekaragaman suku, budaya, etnis dan banyak lagi, semua ada di Kota Tanjungbalai.

Hal ini disampaikan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial saat menghadiri pertemuan Dharmayukti Karini Daerah dan Cabang se Sumatera Utara, di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (26/4/2019) pagi.

Acara ini dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Sumatera Utara, Dr Cicut Sutiarso SH M.Hum, beserta Ketua Dharmayukti Karini Sumut, para Ketua Pengadilan Negeri (PN) sSe Sumut, Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Sumut,  Forkopimda Kota Tanjungbalai dan para peserta Dharmayukti Karini se Sumut.

Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial juga menyampaikan, bahwa Tanjungbalai sebagai salah satu daerah di Sumatera Utara yang letaknya sangat strategis, berdekatan dengan negara tetangga Malaysia.

Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, bersama Wali Kota Tanjungbalai. (foto/ferry)

Kota Tanjungbalai saat ini, terus berbenah dalam rangka meningkatkan perekonomian dan pembangunan infrastruktur. Dan salah satunya, saat ini telah dibangun pelabuhan megah bertaraf Internasional, ungkapnya.

Harapannya dengan dibangunnya pelabuhan ini, akan menunjang sektor perdagangan dan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai juga terus berupaya dalam berbagai program inovatif yang fokus utamanya pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam peningkatan perekonomian masyarakat.

“Salah satunya pengembangan Batik Kito dan Industri Kecil Menengah (IKM) lainnya, pendidikan, kesehatan dan sektor utama lainnya, “papar Wali Kota.

“Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan selamat melaksanakan pertemuan kepada para peserta Dharmayukti Karini Sumatera Utara. Semoga organisasi terus berkembang, maju dan bisa menghadirkan kader-kader perempuan yang masih muda yang bisa mengembangkan organisasi. Kita (Pemko) akan terus mendukung kaum perempuan dalam menjaga kehormatan sebagai seorang ibu dari anak-ana kita dan sebagai istri dari suami kita,” ujarnya.

Ketua Pengadilan  Tinggi Sumut mendapat kenangan kain Batik Kito dari Wali Kota Tanjungbalai. (foto/ferry)

Pertemuan rutin ini, mengambil tema: "Dharmayukti Karini sebagai Kartini masa kini menjadi pelopor pendidikan bagi anak, menolak KDRT agar memberi manfaat bagi keluarga dan Organisasi".

Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, Cicut Sutiarso, mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pemko Tanjungbalai dibawah pimpinan Wali Kota termuda di Indonesia, sehingga pelaksanaan pertemuan Dharmayukti Karini se Sumut dapat terlaksana dengan baik, di Kota Tanjungbalai. “Saya berharap, pertemuan ini akan memberikan manfaat bagi ibu-ibu sekalian dan hasilnya juga dapat memberikan manfaat bagi ibu-ibu didaerah untuk dilaksanakan.

Saya berharap dengan pertemuan rutin ini akan meningkatkan gairah dalam berorganisasi dan memberikan inovasi. Adanya peran serta ibu- ibu dalam organisasi ini, membantu meningkatkan kinerja para suami dalam bekerja,"ujarnya.

Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata, berupa Batik Kito yang merupakan produk unggulan Kota Tanjungbalai dan plakat dari Wali Kota kepada Ketua Pengadilan Tinggi Sumut, didampingi Ketua Dharmayukti Karini.

Penulis: ferry. Editor: gun.