HETANEWS

Komnas PA dan Universitas Nommensen Siantar Teken MOU, Tangani Kekerasan Anak

Kegiatan Seminar di Aula Kampus Nommensen Pematangsiantar Rabu 24 April 2019.

Siantar, hetanews.com - Universitas HKBP Nommensen  Pematangsiantar bekerjasama dengan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Kedua pihak menandatangani MOU dalam menangani masalah sosial khususnya Anak.

Kesepakatan MOU ini dilakukan usai acara seminar bertema “Pendidikan dan Perlindungan Anak” yang digelar di Aula Universitas Nommensen, Rabu 24 April 2019.

Rektor Nommensen, Prof.Dr. Sanggam Siahaan menyampaikan, pihaknya terpanggil mengadakan seminar untuk memahami kehidupan Anak serta mengadvokasi anak yang menjadi korban kekerasan. 

Hal yang sama disampaikan oleh Prof.Dr. Selviana Napitupulu, M.Hum. Ia menambahkan, pihak universitas dalam hal ini tidak bisa tinggal diam atas peristiwa yang menimpa Anak. 

Kerjasama yang dilakukan pihak universitas  dengan Komnas PA merupakan wujud kepedulian civitas akademika terhadap masalah sosial khususnya masalah sosial Anak.

“Dengan kerjasama ini, harapanya dapat menjadikan mahasiswa menjadi pionir gerakan perlindungan anak berbasis kampus, keluarga dan masyarakat,” ujar Selviana.

Terkait berbagai kasus yang menimpa Anak, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam pemaparannya menegaskan, bawha tidak ada kata damai terhadap segala bentuk kekerasan terhadap Anak. 

Arist Merdeka Sirait (Tengah) menandatangani MOU (Memorandum of Understanding) di Aula Kampus Nommensen Pematangsiantar.

Sebab, kata dia, kejahatan seksual terhadap Anak merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary). Maka dengan itu penanganannya pun harus luar biasa.

Alumni SMA Kampus Universitas HKBP Nommensen tahun 1978 ini menjelaskan, untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap Anak, tugas dan peran orangtua menjadi guru adalah yang pertama bagi Anak.

Kemudian tugas dan peran sekolah, kata Arist, harus menjadi zona aman dalam arti sebenarnya, dan jauh dari tindak perundungan (bullying) atau dari tindak kekerasan apapun.

Adapun ruang lingkup MOU ini meliputi penyelenggaraan pendidikan perlindungan Anak untuk usia sekolah, berupa pertemuan ilmiah di tingkat lokal nasional, regional maupun internasional. 

Kemudian melakukan penelitian yang menghasilkan temuan terkait perkembangan karakter dan perlindungan Anak usia sekolah.

Ditambah dengan kegiatan penyuluhan tentang perkembangan karakter dan perlindungan Anak usia sekolah kepada masyarakat desa dan kota.

Kerja sama lainnya adalah saling bertukar data dan informasi dan memberikan akses kepada mahasiswa melakukan kegiatan pemagangan di Komnas PA. 

Sedangkan untuk melaksanakan ruang lingkup MOU tersebut, kedua pihak bersepakat untuk setiap kegiatan dilakukan pengaturan teknis.

Penulis: gee. Editor: edo.