HETANEWS

Andi Arief Vs Mahfud Md di Twitter soal Presidential Threshold 20%

lustrasi Andi Arief Vs Mahfud Md (Dok)

Jakarta, hetanews.com - Lewat Twitter, Wasekjen Demokrat Andi Arief mempersoalkan sikap mantan Ketua MK Mahfud Md soal presidential threshold 20%. Mahfud pun menjawab cuitan Andi Arief itu dengan sederet penjelasan. 

Awalnya, Andi Arief mengomentari pemberitaan soal Mahfud Md yang mengusulkan agar presidential threshold 20% dikaji ulang. Dia setuju threshold tetap ada, tapi angkanya yang perlu dilihat ulang. Hal itu dia sampaikan saat bertemu dengan komisioner KPU pada Rabu (24/4/2019) kemarin. 

"Dulu setuju, sadar belakangan. Pasti lagi tremor ini," cuit Andi Arief, Kamis (25/4). 

Cuitan Andi Arief itu lalu dibalas oleh Mahfud Md. Tertawa, Mahfud menegaskan bahwa dia sudah lama menolak presidential threshold 20%. Pandangan ini juga sudah disampaikan Mahfud di berbagai kesempatan. 

"Hahaha, ente Dik. 2 tahun lalu, saat RUU Pemilu sedang dibahas saya sudah nulis di KOMPAS dengan terang benderang bahwa saya tak setuju threshold 20%. Saya juga nulis itu untuk makalah di Fraksi Golkar. Saya setujunya 3,5% (parpol yang sudah punya kursi di DPR). Baca-baca dulu, ya, Dik. Pasti ente yang tremor," tulis Mahfud. 

Belum selesai, Mahfud Md menyertakan tautan berita tahun 2017 yang mengemukakan pendapat soal presidential threshold dan parliamentary threshold. Dia meminta Andi Arief lebih dulu mengecek pernyataan-pernyataannya sebelumnya. 

"Jangan omong sebelum tracking," katanya. 

Mahfud lalu membalas beberapa komentar netizen, masih soal Andi Arief. Dia mengaku masih heran dengan cuitan Andi. 

"Heran juga saya pada @AndiArief__ . Pendapat saya bahwa threshold Pilpres 20% itu tidak rasional sudah dikutip banyak media dan saya tulis sendiri sebagai artikel di harian KOMPAS. Dia masih bilang saya dulu setuju threshold 20%? Itu di cuitan tadi sudah saya lampirkan buktinya. Siapa yang tremor? Kasihan," ungkap Mahfud. 

Perdebatan masih berlanjut. Sambil membalas cuitan, Andi Arief menuding Mahfud Md main aman. 

"Anda main aman prof. Lihat angin. Saat voting di parlemen, Anda nggak ngapa-ngapain. Lihat arah angin. Tapi itu kan sikap anda. Saya hargai," tulis Andi Arief. 

"Kini banyak intelektual dengan gelar berderet-deret cenderung membenarkan yang kuat ketimbang menguatkan yang benar. Saat voting PT 20 persen atau nol persen mereka di belakang untuk membenarkan yang kuat," lanjutnya di cuitan terpisah.

sumber: detik.com

Editor: sella.