HETANEWS

Kasus Ratna, Ahli Bahasa Sebut Opini Menimbulkan Perpecahan Termasuk Onar

Sidang terdakwa Ratna Sarumpaet.

Jakarta, hetanews.com - Ahli bahasa Prof Wahyu Wibowo bersaksi di sidang perkara penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (25/4).

Wahyu menjelaskan arti kata keonaran. Dia menyebutkan keonaran tidak berarti ada keributan fisik. Keonaran pun tidak harus melibatkan banyak orang.

"Bisa saja membuat orang bertanya-tanya, membuat orang gaduh, atau heran," kata Wahyu di persidangan.

Wahyu menyatakan keonaran yang terjadi di media sosial bisa disebut kegaduhan. Menurut dia, media sosial itu mewakili lisan seseorang.

"Jika terjadi pro dan kontra di media sosial. Orang saling mengungkapkan opini yang tidak jelas dan bisa menimbulkan perpecahan itu juga termasuk onar," terang dia.

Sebelumnya, Ratna didakwa membuat keonaran lewat hoaks penganiayaan. Dia mengaku dianiaya sejumlah orang tak dikenal di Bandung dengan meninggalkan bengkak dan memar di wajah. Namun penganiayaan tak terbukti dan kemudian dia mengaku melakukan operasi sedot lemak.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.