HETANEWS

Pembangunan Tugu Sang Naualuh Kembali Menjadi Wacana di HUT Kota Siantar

Rombongan Walikota Siantar dan forkopimda disambut dengan tarian adat Simalungun saat menuju Jorat Raja Sang Nauluh di Pamatang, Kelurahan Simalungun, Rabu 24 April 2019.

Siantar, hetanews.com - Pemko Siantar belum dapat memastikan jadwal pelaksanaan pembangunan tugu Raja Sang Nauluh Damanik, yang pembangunannya dihentikan sejak 7 Desember 2018.

Terhitung selama 4 bulan setelah pemberhentian proyek pembangunan tugu tersebut, rencana Pemko Siantar untuk melanjutkan pembangunan tugu Sang Naualuh masih sebatas wacana. 

Hal itu terungkap saat kata sambutan Walikota Siantar, Hefriansyah, pada acara HUT Kota Siantar ke-148 di halaman Jorat Raja Sang Nauluh Damanik di Pamatang, Kelurahan Simalungun, Rabu (24/4/2019).

Pada kesempatan itu, Hefriansyah tidak menjelaskan apa yang menjadi alasan Pemko Siantar memindahkan lokasi pembangunan Tugu Sang Nauluh yang semula di lapangan Merdeka dipindahkan ke lapangan Adam Malik. 

Namun Hefriansyah menjelaskan bahwa, beberapa waktu yang lalu pembangunan dan pengerjaan tugu Raja Sang Naualuh sudah mulai dikerjakan di Lapangan H. Adam Malik. 

Namun, kata dia, karena rasa peduli dan cinta kepada Raja Sang Naualuh, mungkin ada yang belum terlibat untuk kelancaran proses pembangunan sehingga terjadi dinamika.

"Karena rasa cinta dan memilikinya, sehingga proses tersebut (pembangunan tugu), dengan berat hati terpaksa kami tunda. Namun demikian adapun perubahan yang terjadi bukan menjadi problema yang besar," kata Hefrianyah dihadapan tokoh adat Simalungun.

Ia melanjutkan, terkait anggaran untuk pembangunan Tugu Sang Naualuh tersebut sudah dianggarkan sebelumnya dalam APBD kota Siantar.

Suasana perayaan HUT Kota Siantar Ke-148 di halaman Jorat Raja Sang Nauluh Damanik di Pamatang, Kelurahan Simalungun, Kota Siantar.

"Saya berharap pembangunan tugu Raja Sang Nauluh bukan tugas pemerintah kota. Cita cita ini adalah cita cita bersama, cita cita keluarga, cita cita seluruh warga Siantar untuk menantikan agar tugu Sang Naualuh berdiri di kota Siantar, agar kita mengingat jasa jasanya di Kota Siantar," ucapnya.

Dalam menindak lanjuti pembangunan tugu Sang Naualuh ini, Hefriansyah berharap seluruh pihak dapat terlibat untuk memberikan sumbangsih dan pemikiran, sebab kata dia, Pemko Siantar sudah menyiapkan tenaga dan materi.

"Untuk itu, kami memohon waktu yang tepat untuk membicarakan dan mendiskusikan agar harapan pembangunan tugu Sang Naualuh yang tertunda bisa segera terealisasi." katanya.

"Cepat tidak ada yang kita kejar, terlambat tidak ada yang mau kita tunggu, yang pasti tugu Sang Nauluh harus berdiri di Siantar," ucapnya seraya menutup kata sambutannya.

Pada perayaan HUT Kota Siantar yang ke-147 yang digelar tahun lalu, Walikota Hefriansyah juga menyampaikan kesiapan Pemko Siantar untuk membangun Tugu Sang Naualuh.

Kesiapan itu ditandai dengan adanya kesepakatan antara Pemko dan keturunan Sang Naualuh Damanik untuk membangun tugu Sang Nauluh di Lapangan Merdeka.

Tidak lama setelah itu, Walikota Siantar kemudian memindahkan lokasi pembangunan tugu ke Lapangan H. Adam Malik pada November 2018. Pembangunan dilokasi itu menuai protes oleh sejumlah pihak dan mendesak untuk dipindahkan.

Sebulan kemudian Pemko Siantar secara resmi memberhentikan pembangunan tugu Sang Nauluh di Lapangan Adam Malik dengan alasan berpotensi bencana sosial.

Penulis: gee. Editor: edo.