HETANEWS

Dua Pengguna Ganja Dituntut 7,5 Tahun di PN Siantar

Kedua terdakwa (berdiri) usai mendengarkan tuntutan, di PN Siantar. (foto/Marina Siboro)

Siantar, hetanews.com – Jaksa Henny A Simandalahi menuntut Abarison Oktiardo Saragih alias Makluk (23), bersama rekannya, Jhonatan Renaldy Harianja (18), selama 7 tahun 6 bulan, dan denda sebesar Rp800 juta dengan subsider 6 bulan penjara.

Ancaman hukuman itu, dibacakan dalam persidangan, Selasa (23/4/2019) di Pengadilan Negeri Siantar.

Terdakwa yang merupakan warga Jalan Rakuta Sembiring Lorong 20, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Siantar, dipersalahkan jaksa, melanggar pasal 111 ayat (1) UU RI Nom 35/2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan tersebut, kedua terdakwa meminta hakim meringankan hukumannya dengan alasan menyesal. Kedua terdakwa, tampak didampingi penasehat hukumnya, Erwin Purba SH.

Makluk dan Jhonatan ditangkap oleh anggota Satnarkoba Polres Siantar, di Jalan Rakutta Sembiring, Gang Mesjid, Kelurahan Nagapita, pada Kamis, 8 November 2018, lalu.

Barang bukti yang diamankan dari terdakwa, 1 buah kotak rokok merk Union yang didalamnya berisi 4 lembar kertas tiktak dan diduga jenis ganja.

Ganja dibeli Abarison alias Makluk dengan harga Rp50 ribu, dimana duitnya dari rekannya, Jhonatan. “Beli dulu gelek 50 ribu, “ucap Jhonatan kepada Abarison.

Dengan menggunakan angkot, Abarison pergi ke Lorong III Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Setelah gelek alias ganja didapat, keduanya mengkonsumsinya, di salah satu warung tuak, di daerah Rakutta Sembiring.

Untuk pembacaan putusan,  majelis hakkim yang dipimpin  Fitra Dewi Nasution SH, dan didampingi dua anggota, Fhytta Imelda Sipayung SH dan M Nuzuli SH , menunda persidangan hingga sepekan.

Penulis: tim. Editor: gun.