HETANEWS

Luhut Belum Bisa Bertemu Prabowo, Begini Reaksi Jokowi

Jakarta, hetanews.com - Calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) mengutus Luhut Binsar Panjaitan guna bertemu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hingga kini, menteri koordinator bidang kemaritiman itu belum dapat bertemu Prabowo.

Lantas bagaimana reaksi Jokowi soal hal tersebut. Mantan wali kota Solo ini mengungkapkan, yang dilakukannya adalah untuk membuka ruang komunikasi dengan Prabowo usai pemilihan presiden (pilpres) 2019.

"Pak Prabowo kan juga sahabat baik saya, sudah lama, kalau ada proses komunikasi kan akan sangat baik untuk masyarakat, untuk pendidikan politik kita semuanya dan juga untuk bangsa dan negara ini," tuturnya, Senin, 22 April 2019.

Jokowi mengaku bertemu dengan mantan danjen Kopassus TNI AD itu terakhir saat debat Pilpres 2019 putaran kelima pada Sabtu, 13 April 2019. Dia menjelaskan, salah satu membuka ruang komunikasi itu adalah dengan mengutus Luhut Binsar Panjaitan.

Tak lupa, mantan gubernur DKI Jakarta ini mengajak para elite politik bersama-sama memberikan pendidikan politik kepada rakyat. Tujuannya, tidak lain, adalah agar cara berpolitik rakyat semakin matang dan dewasa.

"Saya kira konsolidasi politik, konsolidasi demokrasi kita memang harus menuju ke sana, agar kematangan kita semuanya, kematangan berpolitik masyarakat semakin hari, semakin baik, semakin baik," tutur Jokowi.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menjelaskan rencana pertemuannya dengan Prabowo Subianto Minggu, 21 April 2019, batal dilakukan. Hal itu dikarenakan Prabowo sakit flu.

Luhut menuturkan, rencana pertemuan diawali percakapannya dengan Prabowo melalui telepon. Dalam percakapan itu diselingi nostalgia masa lalu.

"Saya sudah teleponan dengan Pak Prabowo, sudah bicara baik-baik, ketawa-ketawa. Kita janjian mau ketemu Minggu (21/4/2019) kemarin tapi kemudian ada masalah teknis. Beliau agak sakit flu jadi kita reschedule," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (22/4/2019).

sumber: inews.id

Editor: sella.