HETANEWS

209 Korban Tewas Akibat Rentetan Teror Bom, Terungkap Kondisi Terkini Sri Lanka

Minggu Paskah, Ledakan Bom Terjadi di Tiga Gereja dan Tiga Hotel di Sri Lanka. (foto/ist) 

Sri Langka, hetanews.com - Sejumlah teror bom di Sri Lanka terjadi dalam sehari yang bertepatan dengan perayaan Hari Paskah pada Minggu (21/4/2019).

Serangan teror itu menargetkan gereja dan hotel. Tiga hotel di Colombo diserang dengan ledakan bom pada Minggu kemarin.

Pertama hotel Cinnamin Grand dilanda ledakan bom pada pukul 08.30 waktu setempat. Kemudian hotel bintang lima pukul 09.05 dan satu hotel lagi tak lama diserang usai hotel kedua tadi.

Kemudian tiga gereja menjadi target teror selanjutnya, yakni gereja St Anthony's Shrine di Colombo, gereja St Sebastian di Kota Negombo dan gereja Sion di kota Batticaloa.

Setidaknya ada delapan ledakan secara berturut-turut dan dua diantaranya ialah bom bunuh diri.

Berikut sederet fakta terbaru mengenai ledakan teror bom di Sri Langka:

1. 290 Korban Tewas

Kepolisian Sri Langka mengungkapkan jumlah terkini korban tewas akibat ledakan teror bom tersebut.

Melansir kanal Twitter AFP News Agency @AFP pada Senin pagi (12/4), kepolisian setempat mengatakan, 290 korban tewas akibat peristiwa tersebut.

Jumlah korban tewas itu telah bertambah, sebelumnya kepolisian mengungkapkan korban tewas sekitar 207 jiwa.

Berdasarkan laporan smh.com.au, sekitar 500 orang lainnya mengalami cedera akibat peristiwa itu.

2. Medsos diblokir

Pemerintah setempat telah memblokir media sosial alias medsos, seperti Facebook dan WhatsApp di Sri Langka.

Tak hanya itu, YouTube, Instagram, Snapchat dan Viber juga dilaporkan tak bisa diakses.

Hal tersebut sebagai upaya untuk menghentikan penyebaran informasi yang salah terkait peristiwa teror bom tersebut.

"Ini adalah keputusan sepihak," ucap Harindra Dassanayake, penasihat presiden di Sri Lanka.

3. 13 terduga pelaku diperiksa

Berdasarkan laporan, pihak kepolisian setempat telah menangkap 13 terduga pelaku serangan teror bom di Sri Lanka.

Ruwan Gunasekara, Juru Bicara Polisi menuturkan, polisi telah menangkap 13 terduga pelaku dan telah memperoleh kendaran yang dicurigai dipakai untuk berkendara ke Kolombo.

4. Bom pipa ditemukan

Suasana tegang masih menyelimuti Sri Lanka setelah gelombang ledakan bom yang terjadi di delapan titik pada Minggu (21/4/2019) waktu setempat.

Terbaru Bandaranaike Internasional Colombo harus ditutup setelah Angkatan Udara menemukan adanya Alat Peledak Improvisasi (IED) dan meledakannya.

Kepada Sri Lanka Sunday Times via The Telegraph, juru bicara Angkatan Udara Gihan Seneviratne mengungkapkan, IED berjenis bom pipa itu ditemukan di jalan dekat bandara.

"Bom itu mempunyai panjang enam kaki (sekitar 1,8 meter) dan sudah diledakkan menggunakan alat khusus oleh tim gegana," terang Seneviratne dalam keterangan resmi.

5. Mendengar ledakan di luar Bandara

Jurnalis Sky News Neville Lazarus mengungkapkan kesaksiannya mendengar ledakan di luar bandara Sri Langka setelah adanya laporan paket mencurigakan.

Neville Lazarus mengatakan harapannya, agar paket yang mencurigakan yang ditemukan itu telah dihancurkan oleh pihak keamanan.

"Saya berharap apapun paket mencurigakan yang ditemukan oleh pihak keamanan sudah dihancurkan atau diatasi," tutur jurnalis itu.

6. Kekacauan di Bandara

Bandara di Kolombo sempat mengalami kekacauan lantaran penetapan jam malam oleh pemerintah Sri Lanka.

Meski demikian, jam malam tersebut telah berakhir yang berdampak pada perjalanan bus dan kereta kembali normal, berikut situasi kekacauan di Bandara Kolombo.

Sumisha Naidu seorang jurnalis Channel News Asia melaporkan terjadi antrean taksi begitu panjang di Bandara Kolombo. Para calon penumpang taksi itu bahkan harus menunggu lebih dari dua jam.

7. Kondisi terkini

Melansir akun Twitter resmi Sumisha Naidu, ia melaporkan kondisi terkini Sri Langka setelah terjadinya rentetan ledakan teror bom.

Dalam akun Twitternya, Sumisha Naidu melampirkan potret kondisi terkini Sri Langka. Tak hanya itu, ia mengatakan, kebijakan jam malam telah dicabut pada pukul 6 pagi.

Meski demikian, mereka masih belum bisa mengakses Facebook. Instagram hanya bisa diakses menggunakan WiFi setempat dan WhatsApp sepertinya berfungsi.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.