HETANEWS

Polisi Amankan 2 Orang terkait Tawuran di Kota Magelang

Tawuran di Kota Magelang. (foto/ist)

Magelang, hetanews.com-Minggu (21/4) malam suasana Kota Magelang sangat mencekam. Selain kerumunan massa, suara tembakan terdengar di pusat kota. Ini akibat perkelahian antara dua kelompok pemuda. Keributan ini mulai memanas sekitar jam 20.00 WIB.

Kapolres Kota Magelang AKBP Idam Mahdi menjelaskan, keributan yang terjadi pada Minggu (21/4) sekitar pukul 20.00 merupakan kelanjutan dari insiden antara dua kelompok yang terjadi sebelumnya. Menurut Kapolres, dua kelompok pemuda itu ribut sebelumnya dan salah satu luka.

"Dua orang yang ribut sudah kita amankan. Kejadian malam ini kelanjutan dari kejadian malam sebelumnya," kata Idam Mahdi.

Keributan melibatkan ratusan orang dari dua kelompok. Di mana untuk menghalau kedua kelompok polisi menyekat sehingga dua kelompok itu tidak sampai bertemu.

"Kita keluarkan tembakan ke atas untuk memisah keduanya. Tidak ada senjata tajam atau barang bukti yang kita amankan. Kita masih konsen menghalau kedua kelompok. Kondisi Kota Magelang saat ini sudah aman," lanjutnya.

Keributan antara dua kelompok terjadi di Seputaran Pasar Rejowinangun, Kota Magelang. Di mana dari sejumlah video yang beredar sejumlah pemuda tampak membawa pentungan dan senjata. Suara tembakan menghiasi video itu.

Sementara itu salah satu aktivis Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Magelang menyebutkan bahwa tawuran itu tak melibatkan GPK. Itu murni tawuran antar pemuda kampung.

"GPK tidak terlibat sama sekali dengan hal-hal semacam ini. Kami belum tahu apakah ada

Kapolres Kota Magelang AKBP Idam Mahdi kepada Liputan6.com menjelaskan, keributan yang terjadi pada Minggu (21/4) sekitar pukul 20.00 merupakan kelanjutan dari insiden antara dua kelompok yang terjadi sebelumnya. Menurut Kapolres, dua kelompok pemuda itu ribut sebelumnya dan salah satu luka.

"Dua orang yang ribut sudah kita amankan. Kejadian malam ini kelanjutan dari kejadian malam sebelumnya," kata Idam Mahdi.

Keributan melibatkan ratusan orang dari dua kelompok. Di mana untuk menghalau kedua kelompok polisi menyekat sehingga dua kelompok itu tidak sampai bertemu.

"Kita keluarkan tembakan ke atas untuk memisah keduanya. Tidak ada senjata tajam atau barang bukti yang kita amankan. Kita masih konsen menghalau kedua kelompok. Kondisi Kota Magelang saat ini sudah aman," lanjutnya.

Keributan antara dua kelompok terjadi di Seputaran Pasar Rejowinangun, Kota Magelang. Di mana dari sejumlah video yang beredar sejumlah pemuda tampak membawa pentungan dan senjata. Suara tembakan menghiasi video itu.

Sementara itu salah satu aktivis Gerakan Pemuda Kabah (GPK) Magelang menyebutkan bahwa tawuran itu tak melibatkan GPK. Itu murni tawuran antar pemuda kampung.

"GPK tidak terlibat sama sekali dengan hal-hal semacam ini. Kami belum tahu apakah ada anggota GPK yang terlibat, namun pasti tak mengatasnamakan GPK," katanya.

Satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa ini. 

yang terlibat, namun pasti tak mengatasnamakan GPK," katanya.

Satu orang dikabarkan meninggal dunia akibat peristiwa ini. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.