HETANEWS

Penumpang Lion Air di Bandara Kualanamu Mengaku Bawa Bom, Keberangkatan Ditunda 90 Menit

Medan, hetanews.com-Keberangkatan pesawat Lion Air JT-303 dari Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) tujuan Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang (CGK), mengalami keterlambatan, Sabtu (20/9/2019).

Penerbangan JT-303 lepas landas dari Kualanamu pukul 13.20 WIB dari jadwal seharusnya pada 11.50 WIB dan pesawat baru mendarat di Soekarno-Hatta pada 15.16 WIB.

Pihak Lion Air (JT) memastikan bahwa operasional sudah dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun keterlambatan keberangkatan ini terjadi karena ada seorang penumpang yang mengaku membawa bom.

"Keterlambatan keberangkatan tersebut dikarenakan ada penanganan terhadap seorang penumpang laki-laki berinisal MT berusia 50 tahun pada penerbangan ini yang menyampaikan ada bom di dalam tas yang dibawa," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, Minggu (21/4/2019).

Danang menjelaskan situasi itu terjadi saat MT masuk ke kabin pesawat, setelah salah satu awak kabin mengajukan pertanyaan dua kali tentang barang bawaan.

"Pertanyaan ini merupakan standar security question berdasarkan hasil pengamatan atau profiling terhadap barang yang dibawa penumpang ke kabin," katanya.

Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, awak pesawat, petugas 
layanan darat (ground handling), petugas keamanan (aviation security) beserta pihak terkait berkoordinasi dengan menjalankan prosedur tindakan berdasarkan standar penanganan ancaman bom (standard security bomb threat procedures).

"Dengan kerjasama yang baik antara awak pesawat, petugas layanan di darat serta petugas keamanan, maka proses pemeriksaan dapat diselesaikan secara teliti, tepat, dan benar. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan barang bukti berupa bom dan benda lain mencurigakan di dalam bagasi atau barang bawaan MT, yang dapat berpotensi membahayakan penerbangan," katanya.

Sementara MT tidak diberangkatkan oleh Lion Air. Ia sudah diserahkan ke pihak avsec bandar udara dan kepolisian untuk dilakukan proses lebih lanjut.

Sedangkan Lion Air memastikan bahwa pesawat dinyatakan aman dan dapat diterbangkan kembali pada pukul 13.20 WIB.

Lion Air mengimbau dan menegaskan kepada seluruh pelanggan maupun masyarakat untuk tidak menyampaikan informasi palsu, bergurau atau bercanda, mengaku membawa bom di bandar udara dan di pesawat.

"Mengacu pada Pasal 437 UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (UU Penerbangan), semua 
yang terkait informasi bom baik sungguhan atau bohong, merupakan tindakan melanggar hukum, akan diproses dan ada sanksi tegas oleh pihak berwajib," pungkasnya.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.