HETANEWS

Sandiaga Uno Berpeluang Kembali Jadi Wagub DKI, Kemendagri: Bisa Tapi Sangat Tidak Etis

Sandiaga Uno. (foto/int)

Jakarta, hetanews.com - Kementerian Dalam Negeri melalui Plt Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik mengatakan berdasarkan aturan perundang-undangan tidak menutup peluang Sandiaga Uno untuk kembali menjadi wakil gubernur DKI Jakarta andaikata dirinya nanti dalam hasil resmi KPU RI tak terpilih sebagai wakil presiden Republik Indonesia tahun 2019-2024.

Namun, jika skenario itu terjadi, menurut Akmal Malik, tidak etis secara politik.

“Bisa saja, kenapa tidak, tapi sangat tidak etis mengingat partai koalisi sudah mengajukan dua nama ke DPRD Jakarta tapi ditarik lagi dan dikirim nama baru,” ungkap Akmal.

Seperti diketahui sudah ada dua nama diajukan ke DPRD DKI Jakarta yakni kader PKS Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto untuk menjadi Wakil Gubernur DKI.

Akmal mengatakan harus ada pertanggungjawaban politik partai koalisi kepada masyarakat Jakarta jika ingin menarik dua nama yang sudah diajukan lalu menggantinya dengan nama baru.

“Harus ada argumentasi kuat yang disampaikan kepada masyarakat untuk melakukan itu karena berkaitan dengan etika politik, kalau pun mau dilakukan harus diulang dari pengajuan parpol,” tegasnya.

Akmal mengatakan tata cara pengajuan pengganti wagub ada dalam Pasal 176 UU No 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

Pemilihan dilakukan setelah Pemilu

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras) nyatakan, pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta dilanjutkan setelah Pemilu 2019.

Hal tersebut dinyatakannya saat jumpa pers di kantor DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2019).

Menurut Pras, para anggota DPRD DKI masih sibuk berkampanye until Pemilu 2019. "Ini karena tahun politik, masalahnya itu. Mereka sibuk masing-masing," kata Pras.

Sebagaimana diketahui, DPRD DKI Jakarta telah bersepakat untuk membentuk panitia khusus (pansus) untuk menentukan wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno.

Pansus tersebut diisi oleh perwakilan fraksi-fraksi DPRD DKI Jakarta yang jumlah anggotanya disesuaikan dengan jumlah kursi yang dimiliki oleh fraksi.

Pembentukan pansus saat ini masih dalam proses. Pras berharap proses penentuan Wakil Gubernur DKI Jakarta segera selesai.

"Mudah-mudahan bisa lah, kasian juga Pak Anies kalau sendirian," kata Pras, Senin (1/4/2019).

Sebagaimana diketahui, dua partai politik, PKS dan Gerindra telah mengajukan dua nama calon wakil Gubernur DKI Jakarta, yaitu mantan Wakil Wali Kota Bekasi, Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS DKI Jakarta, Agung Yulianto.

sumber: tribunnews.com

Editor: sella.